Berita

Prof. Din Syamsuddin dalam acara Debat Perdana Madani yang diadakan di Kampus Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), Bangi, Selangor, Senin (21/8)/Ist

Politik

Di Malaysia, Din Syamsuddin Kupas Konsep Negara Madani untuk Hadapi Tantangan Global

SELASA, 22 AGUSTUS 2023 | 00:38 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wawasan Madani yang diinisiasi oleh PM Malaysia, Dato Seri Anwar Ibrahim, diyakini menjadi solusi untuk negara-negara berkembang dalam mengatasi tantangan globalisasi dewasa ini.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. M. Din Syamsuddin, mengemukakan pandangan ini dalam acara Debat Perdana Madani yang diadakan di Kampus Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), Bangi, Selangor, Senin (21/8) waktu setempat.

Dalam pandangan Din Syamsuddin, banyak negara di dunia menghadapi risiko perpecahan dan kemunduran akibat sistem politik dan ekonomi liberal, yang cenderung menciptakan kesenjangan dan ketidakadilan.


“Sistem itu juga terlalu menampilkan infrastruktur fisik dan mengabaikan infrastruktur non fisik (mental). Ekonomi dikuasai segelintir orang yang kemudian berusaha mendiktekan politik,” kata Din Syamsuddin.

Hasilnya, menurut Din Syamsuddin, kekuasaan politik berubah menjadi tirani dan monopoli, sering kali mempertahankan kekuasaan dengan cara apa pun.

Oleh karena itu, Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta ini berpendapat bahwa Wawasan Madani yang mementingkan persamaan, keadilan, dan permusyawaratan dapat menjadi landasan peradaban global.

“Ketiganya merupakan esensi ummah yang dibangun Nabi Muhammad SAW di Madinah sebagai format masyarakat majemuk saat itu,” ujarnya.

Din Syamsuddin berpendapat bahwa masyarakat Madani yang demikian dapat menjadi pendorong untuk menciptakan madinah atau tamaddun, yaitu peradaban tinggi yang membawa kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan batin bagi semua orang.

Hanya saja, menurut Ketua Poros Dunia Wasatiyyat Islam (Global Fulcrum of Wasatiyyat Islam) ini, Wawasan Madani Anwar Ibrahim masih perlu diperkuat dengan landasan filosofis yang berakar pada nilai-nilai fundamental Islam (Tauhid, Khilafah, dan Islah), serta nilai-nilai instrumental seperti paradigma etika dan kode etik yang perlu ditanamkan dalam masyarakat, dengan penyesuaian sesuai konteks sosio-kultural masyarakat yang bersangkutan.

Dengan nada bercanda, Din Syamsuddin lantas memberikan kritik terhadap akronim MADANI yang diajukan oleh Anwar Ibrahim (keMapanan, kesejahterAan, Daya cipta, hormAt, keyakiNan, Ihsan), yang dianggap terkesan dipaksakan dan sulit dipahami oleh masyarakat.

Sambil berkelakar, Din Syamsuddin mengusulkan akronim alternatif untuk MADANI: Maju, Aman, Damai, Adil, Nikmat, dan Indah. Usul ini pun disambut dengan riuh tepuk tangan ribuan hadirin yang memadati Dewan Conselor Tun Abdul Razak Kampus UKM.

Acara Debat Perdana Madani ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh cendekiawan, budayawan, dan akademisi dari UKM, termasuk Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia, Dato Seri Mohammad Khaled bin Nordin, Timbalan Menteri, Naib Canselor UKM Prof. Dato Dr. Mohd Ekhwan, serta sejumlah guru besar.


Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bukan Indonesia yang Bebaskan Flotilla dari Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 | 01:30

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Asosiasi Dosen Tuntut Gaji Minimal Dua Kali Lipat UMP

Senin, 25 Mei 2026 | 12:20

Zulhas Jangan Limpahkan Salah Nama Desa ke Bawahan

Senin, 25 Mei 2026 | 12:19

Fraksi Gerindra Apresiasi Pemulangan 9 WNI, Sebut Bukti Efektivitas Diplomasi RI

Senin, 25 Mei 2026 | 12:04

Dolar Kabur, Mafia Makmur

Senin, 25 Mei 2026 | 12:00

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Diduga Terkait Dinamika Politik 2029

Senin, 25 Mei 2026 | 11:55

Kiai Imam Jazuli Perkuat Inovasi Pesantren Lewat Workshop Nasional

Senin, 25 Mei 2026 | 11:52

Pengamat Soroti Dampak Zulhas Salah Informasi ke Presiden

Senin, 25 Mei 2026 | 11:44

GOR Tri Lomba Juang Bakal Direhabilitasi Standart World Athletics Certification System

Senin, 25 Mei 2026 | 11:41

Awal Pekan, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp81 Ribu per Kg

Senin, 25 Mei 2026 | 11:39

LOFF 2026 Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Ekosistem Sinema Dunia

Senin, 25 Mei 2026 | 11:31

Selengkapnya