Berita

Pengamat politik Bagindo Togar/ist

Politik

Seleksi 514 Pimpinan Bawaslu Kabupaten/Kota Molor, Pertegas Ada Intervensi Penyelenggara Pemilu

JUMAT, 18 AGUSTUS 2023 | 10:11 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penundaan hasil seleksi pimpinan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di tingkat kabupaten/kota dari jadwal yang telah ditetapkan memicu keraguan publik terhadap kredibilitas lembaga tersebut.

Khususnya, keraguan kepada tim seleksi (Timsel) Bawaslu Sumatera Selatan yang terlihat pasif dan kurang kritis dalam menghadapi pengaruh dari Bawaslu pusat.

Menurut pengamat politik, Bagindo Togar, penundaan pengumuman hasil seleksi dan pelantikan calon terpilih yang terjadi sesuai dengan jadwal mengindikasikan adanya intervensi dari elite partai politik untuk mencapai tujuan tertentu.


"Penundaan pengumuman ini semakin menguatkan dugaan adanya intervensi dari elite partai tertentu. Tentunya mereka memiliki tujuan dan misi yang ingin dicapai. Kita bisa memprediksi hal ini sebelumnya dari calon-calon yang diajukan," kata Bagindo saat dihubungi Kantor Berita RMOLSumsel, Kamis (17/8).

Lebih lanjut, Bagindo menjelaskan, sejak awal dirinya meragukan independensi Timsel Bawaslu Sumsel yang terlihat jelas memihak terhadap ormas dan organisasi kemahasiswaan tertentu.

"Jika kita ingin melahirkan anggota Bawaslu yang benar-benar, berintegritas, independent, dan kapabel maka pengawasan ekstra ketat harus dilakukan. Saya sudah menekankan hal ini sejak awal. Sekarang, dengan penundaan pengumuman, semakin jelas bahwa ada indikasi tarik menarik kepentingan di balik semua ini," paparnya.

Bagindo menambahkan, pengumuman hasil seleksi dan pelantikan calon anggota Bawaslu di kabupaten/kota seharusnya telah dilakukan pada 15 Agustus 2023. Namun, ternyata mengalami penundaan yang mengakibatkan kekosongan jabatan pimpinan Bawaslu di 514 kabupaten/kota.

"Keadaan ini tentu harus menjadi perhatian bersama. Semua pihak diharapkan memberi perhatian serius atas tahapan kegiatan politik terkini," tegasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Miris! Hafalan Al-Qur’an Jadi Bahan Permainan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:11

OJK Dukung Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:00

Jangan Main Hakim Sendiri terkait Kasus Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:48

Dua ASN Ditjen Pajak Jadi Tersangka Korupsi PT TPL

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:23

Tak Ditemukan Luka Luar di Jenazah Sutrimo

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:06

Pemprov DKI Pastikan Miliki Kapasitas Keuangan Terbitkan Obligasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:26

Walkot Jakut Imbau Masyarakat Tetap Tenang soal Kasus Promosi Miras di Ancol

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:19

Kemendag Perluas Akses Pasar Produk UMKM dengan Libatkan Ritel Modern

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02

Furikake dan Tantangan Pangan Bergizi: Jangan Berhenti pada Produknya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:51

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:41

Selengkapnya