Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Suluh

Langkah Kuda Jokowi

SENIN, 07 AGUSTUS 2023 | 20:26 WIB | OLEH: WIDIAN VEBRIYANTO

ARAHAN Presiden Joko Widodo untuk Pilpres 2024 paling dinanti publik. Pilihan memang telah mengerucut ke dua bakal calon presiden (bacawapres), yaitu ke Ganjar Pranowo yang akan diusung PDI Perjuangan dan Prabowo Subianto yang menjadi jagoan Gerindra dan PKB.

Secara kepartaian, PDIP telah menunjuk Ganjar Pranowo sebagai petugas partai untuk menggantikan Joko Widodo. Artinya, jika memang taat pada partai, Jokowi sudah seharusnya tegak lurus pada perintah Megawati Soekarnoputri. Apalagi, Jokowi turut hadir dan menyaksikan saat Megawati meresmikan penunjukan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden.

Jokowi sedari awal juga tampak menghendaki Ganjar Pranowo sebagai penerusnya. Dalam berbagai kunjungan di Jateng, Ganjar bahkan diajak satu mobil dengan Jokowi. Tanda sudah klik.


Anehnya, kecenderungan itu berubah setelah Ganjar Pranowo diresmikan PDIP sebagai capres. Banyak yang berspekulasi bahwa Jokowi kini merasa Ganjar bukan lagi “orangnya”. Para relawan pendukung Jokowi bahkan pelan tapi pasti turut meninggalkan Ganjar Pranowo.

Kini, Jokowi tampak “merapat” ke Prabowo. Bahkan digadang menyiapkan sang anak untuk dijadikan pendamping pendekar 08.

Indikasinya adalah PSI yang mendeklarasikan diri sebagai partai tegak lurus Jokowi mengajukan gugatan UU Pemilu tentang syarat calon presiden dan wakil presiden menjadi 35 tahun. Jika Mahkamah Konstitusi (MK) yang dipimpin adik ipar Jokowi mengabulkan gugatan itu, maka pintu Gibran Rakabuming Raka tampil di Pilpres 2024 terbuka.

Kantor PSI baru-baru ini juga didatangi Prabowo Subianto. Jika memang PSI partai tegak lurus Jokowi, berarti pertemuan tersebut merupakan tanda bahwa Jokowi ingin Prabowo jadi capres penerus. Artinya lagi, selain ingin Prabowo, juga ingin agar Gibran sang putra sulung bisa menjadi cawapres pendamping.

Tapi itu tentu tergantung bagaimana Gibran menyikapi. Sejauh ini belum ada jawaban tegas dari Gibran, persis seperti Jokowi yang 2014 ditanya capres menjawab “aku ora mikir”.

Jika Gibran Maju, Duet Capres-Cawapres Dikocok Ulang


Jika Gibran maju sebagai cawapres Prabowo Subianto. Tentu orang pertama yang dirugikan bernama Muhaimin Iskandar. Hampir di setiap kesempatan pilpres, Cak Imin selalu mendeklarasikan diri menjadi cawapres. Pada pilpres kali ini, Cak Imin sudah mantap memasang badan untuk Prabowo.

Duet Gerindra dan PKB juga sudah cukup untuk mengusung pasangan capres dan cawapres. Atas alasan itu, Cak Imin pede bisa menjadi pendamping Prabowo Subianto. Tapi jika kemudian Gibran masuk, maka harapan Cak Imin sirna. Perahu lain akan dicari untuk memenuhi ambisi tersebut. Jawabannya ada pada Ganjar Pranowo.

Ada pepatah lama mengatakan bahwa "The enemy of my enemy is my friend”. PDIP dan Ganjar tentu akan menjadi musuh utama Jokowi jika skema Prabowo-Gibran terwujud. Megawati Soekarnoputri cs bisa saja menganggap Jokowi pengkhianat yang harus dihabisi. Dalam tradisi jawa seseorang yang “mbalelo” tidak pernah akan dimaafkan.

Di saat bersamaan, Cak Imin yang tersakiti oleh Jokowi bisa bersatu dengan PDIP dan Ganjar. Sama-sama menjadi lawan untuk Prabowo-Gibran.

Lalu Bagaimana dengan Anies Baswedan?


Anies Baswedan relatif lebih aman terkendali. Dia akan tetap bisa berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tanpa ada singgungan kepentingan PDIP vs Jokowi plus Prabowo. Sebab, Anies Baswedan merupakan bacapres yang paling tidak mereka inginkan. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu cukup memastika internal partai pendukungnya solid. Tidak lagi berebut soal siapa cawapres yang dipilih.

Soliditas penting dijaga. Sebab, walaupun PDIP dan Jokowi nanti bertengkar, keduanya tetap satu saat menghadapi Anies Baswedan. Bagaimanapun mereka tetap dalam satu visi bahwa Anies sebagai calon dari oposisi harus dijegal. Sehingga damage kekalahan pilpres tidak terlalu besar.

Namun semua itu belum pasti sampai para bacapres terdaftar resmi sebagai capres oleh KPU. Harus diingat kembali bahwa Mahfud MD yang sudah pede akan menjadi cawapres Jokowi pada 2019 lalu tertikung hanya dalam kurun 30 menit terakhir jelang pengumuman. Setelan kemeja putih sudah dipakai dan bersiap di seberang tempat pengumuman cawapres Jokowi, tapi hanya hitungan kurang dari 30 menit semua ambyar. Jokowi memilih Maruf Amin.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya