Berita

Muhammad Guntur Romli (tengah)/Ist

Politik

PSI Merapat ke Prabowo, Guntur Romli Pilih Angkat Kaki

SABTU, 05 AGUSTUS 2023 | 20:15 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sikap mendukung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Pilpres 2024, justru membuat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kehilangan kader.

Tepatnya, Muhammad Guntur Romli menyatakan keluar dari PSI, usai Prabowo menyambangi Kantor DPP PSI, di Jalan KH Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (2/8).

"Mulai hari ini, saya menyatakan keluar dari PSI, sebagai anggota dan kader PSI," ujar Guntur dalam jumpa pers di bilangan Jakarta Pusat, Sabtu (5/8).


Dia menjelaskan, PSI sudah dia anggap sebagai rumah politik. Sementara, seluruh kader dan anggota partai di dalamnya dia sebut saudara.

"Saya menyampaikan hal yang sebenarnya berat," sambungnya menegaskan.

Guntur Romli mengaku hanya bisa membaca dan menonton di media massa, terkait sinyal kedekatan Prabowo dengan PSI.

Soal alasan utama keluar dari PSI, sambungnya, adalah kehadiran Prabowo di DPP PSI sebagai tanda berkoalisi, padahal sebelumnya tidak dibuka terlebih dahulu ruang diskusi.

"Apalagi berdasarkan hasil Rembuk Rakyat yang diumumkan PSI pada Oktober 2022 lalu, 'Jokowi di Hati, Ganjar Dinanti," tandasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya