Berita

Para pemain Zambia pada Grup C Piala Dunia Wanita FIFA Australia & Selandia Baru 2023 antara Kosta Rika dan Zambia di Stadion Waikato pada 31 Juli 2023 di Hamilton, Selandia Baru/Net

Sepak Bola

FIFA Selidiki Laporan Pelecehan yang Dialami Pemain Timnas Wanita Zambia

SABTU, 05 AGUSTUS 2023 | 14:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Federasi sepakbola dunia, FIFA telah mengkonfirmasi pada Jumat (4/8) bahwa pihaknya sedang menyelidiki laporan terikat dugaan pelecehan yang dialami pemain tim nasional Zambia selama penyelenggaraan Piala Dunia Wanita 2023.

Sebelumnya ada laporan yang menyebutkan bahwa pelatih Zambia, Bruce Mwape, diduga memegang dada salah satu pemainnya dua hari sebelum mereka meraih kemenangan atas Kosta Rika.

"FIFA menanggapi tuduhan pelanggaran dengan sangat serius dan memiliki proses yang jelas bagi siapa pun di sepak bola yang ingin melaporkan insiden," kata juru bicara FIFA kepada ABC News dalam sebuah pernyataan.


"Kami dapat mengonfirmasi bahwa pengaduan telah diterima sehubungan dengan tim Nasional Wanita Zambia dan saat ini sedang diselidiki. Kami tidak dapat memberikan perincian lebih lanjut mengenai penyelidikan yang sedang berlangsung karena alasan kerahasiaan yang jelas," katanya.

Dia menambahkan bahwa organisasi siap menampung berbagai aduan terkait pelecehan yang dialami korban.

"Siapa pun yang ingin melaporkan tuduhan atau informasi terkait pelecehan dalam sepak bola dapat melakukannya melalui platform pelaporan rahasia FIFA, dengan semua informasi yang diserahkan ke FIFA ditangani dengan sangat rahasia. Selain itu, FIFA menawarkan dukungan dan bantuan untuk memastikan keselamatan mereka yang melaporkan masalah pengamanan, termasuk saksi yang maju dan memberikan kesaksian dalam kasus Yudisial FIFA," katanya.

"Jika terbukti bersalah, FIFA mengambil sanksi yang paling keras, termasuk mengeluarkan orang dari permainan seumur hidup. Rekam jejak kami menunjukkan ini," tambah juru bicara itu.

Sebelumnya The Guardian merilis sebuah laporan pada Kamis terkait pelecehan yang dilakukan Mwape kepada pemainnya. Seorang sumber yang dekat dengan tim tersebut mengatakan mengatakan beberapa pemain menyaksikan insiden tersebut setelah latihan pada 28 Juli.

Menanggapi artikel The Guardian, Asosiasi Sepak Bola Zambia (FAZ) mengeluarkan pernyataan pada Jumat yang mengatakan belum menerima keluhan seperti itu dari pemain atau ofisial mana pun dalam delegasi yang melakukan perjalanan ke Piala Dunia.

"Oleh karena itu, mengejutkan kami mendengar dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pelatih seperti yang dilaporkan dalam publikasi online tersebut," kata Sekretaris Jenderal FAZ Reuben Kamanga.

"Faktanya, semua sesi latihan untuk Copper Queens difilmkan oleh tim media FAZ dan tidak menawarkan rekaman seperti yang dibayangkan oleh The Guardian. Selain itu, kru film FIFA yang tergabung dalam tim Zambia di Piala Dunia juga hadir di semua sesi latihan," katanya.

"Namun kami ingin meyakinkan publik bahwa FAZ mempertahankan standar integritas dan transparansi tertinggi dan selalu menuntut perilaku etis yang teguh dari para pemain dan ofisial di dalam dan di luar lapangan permainan," lanjut Kamanga.

Oleh karena itu, katanya, kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan disipliner dan bertindak atas pelanggaran apa pun setelah kami menerima pengaduan resmi atau saat diberikan bukti yang berkaitan dengan dugaan insiden.

Kemenangan Senin menandai kemenangan pertama di final untuk tim wanita Zambia, yang lolos dan berpartisipasi dalam turnamen untuk pertama kalinya.

Zambia sendiri telah tersingkir setelah kalah 5-0 dari Jepang dan Spanyol, tetapi tim tersebut finis ketiga di babak penyisihan grup setelah mengalahkan Kosta Rika 3-1.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya