Berita

Elemen buruh menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta/Net

Publika

Menolak Proses Pembentukan dan Materi Undang-undang

RABU, 02 AGUSTUS 2023 | 10:26 WIB | OLEH: DR. IR. SUGIYONO, MSI

PARTAI BURUH, Serikat Pekerja, dan Serikat Buruh bukan hanya menolak proses pembentukan, melainkan terutama menolak materi bidang ketenagakerjaan UU 6/2023 tentang Cipta Kerja. Menolak bukan hanya melalui mekanisme demonstrasi-demonstrasi, juga menggunakan mekanisme pengujian di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dengan keberadaan MK setelah pemberlakuan UUD 1945 hasil amandemen satu naskah, maka kanalisasi penolakan terhadap UU mengalir dengan deras ke institusi MK. Namun tidak puas terhadap efektivitas MK sebagai pemutus pengujian UU terhadap UUD 1945, buruh menempuh mekanisme demonstrasi.

Hak Presiden yang digugat oleh buruh adalah hak dalam menetapkan peraturan pemerintah sebagai pengganti undang-undang, Pasal 22 ayat (1). Peraturan pemerintah yang telah mendapat persetujuan DPR, Pasal 22 ayat (3), itu pun terkesan secara tersirat hendak dilarang oleh buruh dan saksi ahli pada persidangan MK.


Persoalannya adalah terkesan bahwa hak presiden dalam mengajukan RUU maupun peraturan pemerintah, Pasal 5 ayat (1) dan ayat (2) hendak digagalkan untuk berfungsi.

Secara ekstrem, buruh terkesan bermaksud membangun kondisi bebek lumpuh. Hendak melumpuhkan hak-hak presiden. Dilumpuhkan, karena buruh merasa dirugikan atas pelaksanaan pengajuan RUU dan Perppu, walaupun telah disetujui oleh DPR.

Dalam hal ini, buruh terkesan bermaksud memosisikan dan memanipulasikan implementasi dari Pasal 1 ayat (2), yakni kedaulatan berada di tangan rakyat. Maksudnya adalah rakyat berposisi sebagai tuan dari presiden.

Buruh sebagai rakyat berada di atas presiden, sekalipun pelaksanaannya diatur menurut UUD, yakni diatur berdasarkan Pasal 22 dan Pasal 5 di atas.

Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila saksi ahli yang mewakili kepentingan buruh lebih mendahulukan mempersoalkan klausul dalam hal ikhwal kegentingan yang memaksa, dibandingkan memberikan kesempatan hak kepada presiden untuk menetapkan Perppu, sekalipun DPR telah menyetujui Perppu.

Atas nama klausul kedaulatan rakyat tersebut, maka buruh sebagai rakyat juga terkesan memosisikan buruh berada di atas struktur bukan hanya presiden, melainkan juga DPR.

Perbedaan tafsir tentang kedaulatan rakyat di atas maupun terutama keyakinan bahwa UU 6/2023 mengamputasi manfaat yang diperoleh dibandingkan UU Ketenagakerjaan periode sebelumnya, itu menjadi dasar yang menjelaskan tentang mengapa terjadi penolakan-penolakan atas pelaksanaan hak presiden dalam menjalankan pemerintahan.

Yang kedua adalah apa yang diatur dalam UUD 1945 hendak dikoreksi menggunakan metodologi teknis tandingan dalam mengatur pemerintahan, yakni dengan menentang pemberlakuan ketentuan dalam UUD 1945.

Sementara itu proses pembentukan UU terbaru diatur menggunakan UU 13/2022. Yang dipersoalkan adalah praktik pelaksanaan dari Pasal 96 dari UU 13/2022, yang mengatur hak masyarakat dalam memberikan masukan.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef); pengajar Universitas Mercu Buana

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya