Berita

Pengamat politik Rocky Gerung/Net

Publika

Yang Menghina Itu Siapa, Rocky Gerung Atau Presiden Jokowi?

OLEH: ASYARI USMAN*
SELASA, 01 AGUSTUS 2023 | 22:59 WIB

TOKOH kritik terbaik Indonesia, Rocky Gerung, dilaporkan ke polisi oleh para relawan Presiden Jokowi. Rocky dituduh menghina presiden ketika berorasi di depan acara organisasi buruh di Bekasi baru-baru ini.
 
Ucapan Rocky yang dikatakan menghina Jokowi itu adalah “bajingan yang tolol”.
 
Benarkan ini menghina? Tentu harus dibuktikan di pengadilan jika Presiden Jokowi sendiri melaporkannya langsung ke polisi.
 

 
Dalam konteks implementasi hubungan sosial-politik dan ketatanegaraan, maka orang harus melihat siapakah sebetulnya yang menghina? Rocky Gerung atau Presiden Jokowi?
 
Sebelum menjawab pertanyaan ini, kita perlu mendudukkan posisi kedua orang yang diasumsikan sedang berperkara itu. Pertama, Rocky Gerung adalah salah seorang dari 270 juta rakyat Indonesia yang harus dimuliakan oleh Presiden Jokowi.

Mulia kehidupan ekonominya, mulia martabatnya, dan mulia suasana pikirannya. Inilah tanggung jawab Presiden kepada seluruh rakyat yang di dalamnya ada Rocky Gerung.
 
Kedua, Presiden Jokowi adalah pemegang otoritas tertinggi yang dilengkapi dengan berbagai instrumen untuk memuliakan seluruh rakyat. Jokowi punya kekuasaan tak terbatas, sumber daya alam yang melimpah, dan dukungan intelektualitas yang serba ada. Artinya, dari segi kelengkapan operasional tidak ada yang kurang.
 
Pertanyaannya: sudahkah rakyat Indonesia dimuliakan oleh Presiden Jokowi? Sudahkan semua janji untuk memuliakan rakyat itu dipenuhi?
 
Fakta-fakta material dan non-material menunjukkan Presiden Jokowi belum memuliakan rakyat –termasuk Rocky Gerung. Rocky mungkin saja sudah mulia kehidupan ekonominya. Tetapi, bisa jadi dia belum merasa mulia suasana pikirannya. Dia selalu dirisaukan oleh berbagai ketimpangan dan penyimpangan.
 
Yang dilakukan Presiden Jokowi malah bertolak belakang dengan kewajiban yang diembannya. Presiden Jokowi mendahulukan kepentingan para pemodal yang akhirnya menjadi para begundal. Dia tidak mementingkan kebutuhan rakyat. Presiden bisa menyediakan uang hampir 3 Triliun setiap hari untuk mencicil utang, tapi hanya melemparkan kaos oblong politik dari jendela mobil dinasnya kepada rakyat yang berkerumun dengan hinanya.
 
Presiden sibuk membangun dinasti keluarganya, baik dinasti bisnis maupun dinasti kekuasaan. Dia lebih mementingkan legacy atau warisan yang akan ditinggalkannya ketimbang mengurusi pendidikan, kesehatan, dan tempat bernaung rakyatnya. Setengah mati rakyat menggunakan jalan di seluruh pelosok yang sudah rusak berat.
 
Presiden Jokowi lebih suka membantu China dalam memenuhi kebutuhan energi rakyat mereka ketimbang mencukupi dan memurahkan gas dapur dan listrik rakyat Indonesia. Presiden lebih perhatian pada tambang-tambang batubara dan nikel untuk keperluan China ketimbang keluhan rakyat yang semakin sulit mendapatkan penghasilan yang wajar.
 
Presiden Jokowi lebih sibuk menjual IKN ke luar negeri ketimbang memikirkan agar rakyat tidak lagi menjual keringatnya ke negara seberang. Dia siang-malam memikirkan cara untuk menjadikan Ganjar atau Prabowo sebagai boneka yang akan melanjutkan ambisinya ketimbang memikirkan kelanjutan masa depan bangsa yang kini semakin suram.
 
Akibatnya, rakyat hidup dalam kontinuasi kesulitan. Kemuliaan asasi yang mereka bawa sejak lahir, kini mengalami degradasi yang memalukan dan memilukan. Presiden Jokowi bukannya bekerja untuk mengangkat kemuliaan rakyat, tapi sebaliknya menghinakan mereka.
 
Jadi, jelas sekali Presiden Jokowi-lah yang menghina rakyat. Rocky Gerung hanya mewakili perasaan publik.
 
Selama ini, 269,999,999 jiwa rakyat Indonesia hanya bisa diam saja. Mereka sibuk mengais di tumpukan sampah rumah tangga dan tumpukan kotoran bisnis para naga. Banyak pula yang hanya bisa menjual saluran syahwat untuk para tenaga kerja China.
 
Rocky Gerung bisa mengekspresikan dengan tajam protes rakyat kepada Presiden Jokowi. Saya siap menerima sebutan “Presiden Bajingan yang Tolol” itu. Tapi, apa daya. Saya tidak punya perangkat untuk merebut kursi presiden dari tangan Jokowi sebelum Rocky bernarasi keras.
 
Jangankan merebut kursinya, Presiden Jokowi sendiri bahkan sangat ingin memperpanjang masa jabatannya menjadi tiga periode. Andaikata tercapai, ini tentunya waktu yang cukup panjang bagi Rocky untuk menjelaskan tesisnya tentang “presiden bajingan yang tolol” itu.

*Penulis adalah wartawan senior Freedom News

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya