Berita

Prabowo Subianto bersama Presidne Joko Widodo/Net

Publika

Prabowo dan Pemulihan Kebangsaan Pancasila

OLEH: ADIAN RADIATUS*
SENIN, 31 JULI 2023 | 03:55 WIB

HAL paling mendasar ketika Prabowo Subianto dapat memenangkan pencapresannya pada 2024 adalah menelisik segala kemunduran di luar sistem pembangunan fisik dan admistrasi yang terjadi selama dua periode terakhir kepemimpinan presiden ketujuh. Yaitu sifat atau karakter nasional kebangsaan kaum birokrasi dari ketiga sistem kenegaraan kita, eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Mau tidak mau, meski pahit terasa, dan getir untuk diucapkan, keadaan kekuatan kebangsaan kita saat ini seperti tiada rasa tiada karsa, namun sebutan itu eksis dalam banyak pidato birokratif.

Kita bisa saksikan bagaimana penempatan kekuatan kebangsaan rapuh saat demikian banyak warna ketidakadilan sikap dan perilaku dari tiga pilar lembaga negara tersebut terhadap rakyat kebanyakan.

Ketimpangan penanganan koruptif di berbagai kasus dan tak terbatas di ruang pengadilan hukum, tetapi juga bagaimana hal itu bisa tercermin dalam moralitas dan integritas kelembagaan secara keseluruhan.

Ketimpangan penanganan koruptif di berbagai kasus dan tak terbatas di ruang pengadilan hukum, tetapi juga bagaimana hal itu bisa tercermin dalam moralitas dan integritas kelembagaan secara keseluruhan.

Bertahun-tahun suguhan adu lomba kekayaan di kalangan strata elite politik maupun birokrat seakan menjadi bagian budaya baru yang dilegitimasi secara tanpa sadar akibat ketidakberdayaan sistem sosial politik hukum yang semestinya menjadi payung kekuatan jiwa kebangsaan.

Negara-negara yang kuat berwibawa dan terhormat adalah yang menerapkan zero corruption bukannya negara di mana pemerintahannya banyak terlihat mengumbar ketidakadilan. 
Namun seakan tidak ada ketimpangan, itu yang salah satunya tercermin dari besaran tingkat koruptif yang hadir berperilaku secara masif akibat jiwa kebangsaan memudar tanpa disadari.
Indonesia sebagai negara besar dengan modal moral budaya etika yang sangat tinggi, perlu melakukan langkah pemulihan kebangsaan Pancasila.
Di mana salah satunya adalah penerapan nation character building yang penting untuk diluncurkan kembali secara masif dan besar-besaran, khususnya dalam sistem praktik ketatanegaraan penyelenggaraan pemerintahan yang berwibawa dan terhormat.

Dan tugas pemulihan ini yang terlihat paling mumpuni di antara calon yang tersedia di tengah rakyat saat ini adalah Prabowo Subianto yang memiliki latar belakang untuk itu.

*Penulis adalah pengamat sosial dan politik

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya