Berita

Tokoh Golkar Purwakarta, Dr Suherman Saleh alias Uda Herman/Net

Politik

Demi Menangkan Golkar Purwakarta pada 2024, Uda Herman Rela Pasang Badan

MINGGU, 30 JULI 2023 | 05:26 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Salah satu tokoh Golkar Purwakarta, Dr Suherman Saleh menegaskan, dirinya akan all out dan pasang badan dengan mengerahkan semua sumber daya yang ada untuk kebesaran partai beringin. Target terdekat, memenangkan Partai Golkar pada Pemilu 2024.

Uda Herman, begitu ia biasa disapa, melihat Partai Golkar di Kabupaten Purwakarta pascaditinggalkan Dedi Mulyadi, apalagi disaat-saat menjelang Pemilu seperti saat ini, butuh sosok yang dapat memanage partai dengan baik.

"Setidaknya ada tiga kunci yang harus dipahami oleh para kader dan pengurus Golkar untuk dapat meraih kemenangan pada Pemilu mendatang. Pertama siapa yang memimpin partai? Kedua bagaimana kesolidan Golkar ke depan, dan ketiga bagaimana pimpinan Golkar dapat menghindari dan melawan semua tantangan yang ada. Termasuk tantangan yang paling berat adalah bagaimana melawan pihak-pihak yang sebelumnya pernah menguasai Golkar dan sekarang tidak berada di Golkar," kata Uda Herman, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (29/7).


Namun demikian, ia juga meminta agar para kader dan pengurus tidak takut dan mempermasalahkan siapapun yang meninggalkan Golkar. Biarkan saja, karena itu adalah pilihan politik yang bersangkutan. Tetap jaga soliditas, perkuat benteng Golkar agar tidak goyah dan dapat memenangkan setiap kontestasi demokrasi.

"Dan siapapun yang masih bertahan dan mau bergabung dengan Partai Golkar, ayo berdiri bersama dan melangkah dalam barisan, karena Suherman Saleh akan ada dalam barisan tersebut. Siapapun yang ingin membela dan membesarkan Golkar Purwakarta, biarkan mereka bersama Suherman Saleh. Saya akan buktikan bahwa Suherman Saleh bisa membesarkan Golkar. Karena saat ini, tekad saya untuk tetap menjaga, membesarkan, dan memenangkan Golkar Purwakarta semakin kuat," paparnya.

Mengutip sebuah hadist, Uda Herman mengatakan, sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang dapat memberikan manfaat kepada manusia lainnya. Jika seseorang yang mempunyai ilmu, mempunyai pengalaman dan mempunyai kemampuan dan melihat sesuatu yang tidak baik dan dia tidak turun memperbaiki atau menjaga untuk memperbaiki itu adalah golongan orang dzolim.

"Dan jika Suherman Saleh membiarkan Golkar nanti kalah, padahal Suherman Saleh tahu akan terjadi kekalahan akibat adanya kondisi yang tidak menguntungkan seperti saat ini, padahal Suherman Saleh itu mampu untuk mengatasinya bahkan untuk menjaganya, untuk membesarkannya. Maka Suherman Saleh, masuk dalam golongan orang yang dzolim," ujarnya.

"Bismillah, Suherman Saleh tidak akan membiarkan dirinya menjadi manusia dzolim dengan membiarkan Golkar mengalami kekalahan pada Pemilu mendatang. Oleh karena itu, saya akan membuktikan bahwa Golkar akan tetap jaya di Purwakarta," sambung inohong yang dikenal sebagai Gubernur Wanayasa itu.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Purbaya Soal Pegawai Rompi Oranye: Bagus, Itu Shock Therapy !

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:16

KLH Dorong Industri AMDK Gunakan Label Emboss untuk Dukung EPR

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:05

Inflasi Jakarta 2026 Ditargetkan di Bawah Nasional

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:04

PKB Dukung Penuh Proyek Gentengisasi Prabowo

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:57

Saham Bakrie Group Melemah, Likuiditas Tinggi jadi Sorotan Investor

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:51

Klaim Pemerintah soal Ekonomi Belum Tentu Sejalan dengan Penilaian Pasar

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:50

PN Jaksel Tolak Gugatan Ali Wongso pada Depinas SOKSI

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:48

Purbaya Optimistis Peringkat Utang RI Naik jika Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:32

IHSG Melemah Tajam di Sesi I, Seluruh Sektor ke Zona Merah

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:27

Prabowo Dorong Perluasan Akses Kerja Profesional Indonesia di Australia

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:16

Selengkapnya