Berita

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno/Ist

Politik

Pengamat: Secara Prinsip KIB Sudah Bubar, Peluang Poros Keempat Makin Terbuka

JUMAT, 28 JULI 2023 | 14:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Keberlanjutan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) menuju Pemilu 2024 mulai dipertanyakan, menyusul pertemuan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dengan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, pada Kamis kemarin (27/7).

Dalam pandangan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno mengatakan, KIB sebenarnya sudah retak saat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memutuskan mendukung bakal calon presiden dari PDIP, Ganjar Pranowo.

"Secara prinsip kan KIB sudah bubar terutama setelah PPP berkoalisi dengan PDIP," kata Adi saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (28/7).


Adi menambahkan, peta dukungan terhadap calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 masih sangat dinamis. Koalisi yang saat ini terbentuk diyakini masih bisa berubah.

"PAN dan Golkar sudah bisa jadi poros sendiri. Tergantung kesepakatan kedua partai ini untuk bikin poros keempat atau tidak," kata Adi Prayitno.

Poros keempat ini memang berpeluang terwujud. Lantaran Golkar dan PAN tak perlu pusing memikirkan ambang batas pencalonan atau presidential threshold 20 persen. Sebab pada Pemilu 2019, partai yang dikomandani Airlangga Hartarto itu mendapat 85 kursi, sementara PAN 44 kursi.

Sejauh ini, baik Golkar maupun PAN belum memberi sinyal bakal menyatukan kekuatan mereka menuju Pemilu 2024.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya