Berita

Pohon tumbang akibat topan akibat badai/Net

Dunia

Topan Doksuri Tewaskan Seorang Warga Filipina, Taiwan dan China Siaga

RABU, 26 JULI 2023 | 14:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Topan Doksuri telah mencapai Filipina, menghantam wilayah utara negara itu dengan angin kencang dan hujan lebat pada Rabu (26/7) waktu setempat. Satu orang dilaporkan tewas.

Badai juga telah menyebabkan sungai meluap dan ribuan orang dibiarkan tanpa listrik saat badai mendarat.

Beruntung, masyarakat pesisir telah dievakuasi sebelum badai, yang membawa angin dengan kecepatan hingga 175 km/jam dan diperkirakan akan terus menguat saat badai tersebut berlanjut menuju Taiwan dan China.


Penjaga pantai Filipina mengatakan satu orang yang tewas berada di Provinsi Rizal, sementara lebih dari 4.000 penumpang terdampar di berbagai pelabuhan di negara itu setelah perjalanan laut dihentikan.

“Kami dipukuli di sini,” kata Manual Mamba, gubernur provinsi Cagayan utara kepada Reuters.

Biro cuaca Filipina mengatakan badai itu diperkirakan akan melintasi Selat Taiwan dan mendarat di provinsi Fujian, China, pada Jumat pagi (28/7).

Pihak berwenang di Taiwan mengeluarkan peringatan untuk beberapa kabupaten dan kota di selatan pulau itu, termasuk kota pelabuhan utama Kaohsiung.

Lebih dari 300 orang telah dievakuasi di Taiwan selatan dan timur sebagai tindakan pencegahan dengan perkiraan Doksuri akan membawa curah hujan hingga 1 meter.

Badai tersebut juga telah memaksa pembatalan puluhan penerbangan serta banyak layanan feri. Layanan kereta api antara Taiwan timur dan selatan akan ditangguhkan.

Pada Rabu, Pusat Meteorologi Nasional China meningkatkan peringatan topan dari orange menjadi merah, level tertinggi dalam sistem peringatan berkode warna.

"Doksuri diperkirakan akan bergerak ke barat laut dengan kecepatan 10 kpj hingga 15 kpj dan memasuki bagian timur laut Laut China Selatan dari Rabu malam hingga Kamis pagi," kata Administrasi Meteorologi Pusat China.

Badai diperkirakan akan menyapu melewati Taiwan selatan pada Kamis dan diperkirakan mendarat di sepanjang pantai Fujian tengah dan provinsi Guangdong timur pada Jumat pagi, prediksi cuaca China.

The Guangzhou Daily melaporkan bahwa itu bisa menjadi topan terkuat yang telah mendarat atau berdampak serius pada Guangdong timur dalam 10 tahun terakhir.

Sebagai pencegahan, China meningkatkan tanggap daruratnya ke Level II dari Level III dan Administrasi Meteorologi Pusat mendesak orang untuk menyimpan makanan, kebutuhan pokok, dan lilin.

Doksuri akan menjadi topan kedua yang mendarat di China dalam waktu kurang dari dua minggu setelah Talim menyapu provinsi Guangdong pada 17 Juli.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya