Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan dalam sebuah pernyataan mengumumkan temuan tersebut, yang pertama kali dilaporkan pada tanggal 14 Juli oleh peternak di Suleja, Negara Bagian Niger, yang melihat hewan-hewannya menunjukkan tanda-tanda kemungkinan terjangkit antraks.
Tim tanggap cepat yang terdiri dari para profesional kesehatan federal dan negara bagian segera melakukan penyelidikan di lokasi tersebut dan mengambil sampel dari hewan yang mengalami gejala mencurigakan itu untuk diuji di laboratorium National Veterinary Research Institute.
Populer
Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00
Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51
UPDATE
Senin, 19 Januari 2026 | 16:15
Senin, 19 Januari 2026 | 16:11
Senin, 19 Januari 2026 | 16:07
Senin, 19 Januari 2026 | 16:01
Senin, 19 Januari 2026 | 15:54
Senin, 19 Januari 2026 | 15:46
Senin, 19 Januari 2026 | 15:40
Senin, 19 Januari 2026 | 15:23
Senin, 19 Januari 2026 | 15:19
Senin, 19 Januari 2026 | 15:19