Berita

Ilustrasi/Net

Global

Di Bawah Jaminan Jepang, Bank Dunia Tandatangani Bantuan 1,5 Miliar Dolar AS untuk Ukraina

JUMAT, 21 JULI 2023 | 04:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bank Dunia dilaporkan akan segera memberi pinjaman dana sebesar 1,5 miliar dolar AS (sekitar 225,6 triliun rupiah) untuk Ukraina.

Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyha pada Kamis (20/7) mengatakan program tersebut berada di bawah jaminan Pemerintah Jepang.

“Perjanjian terkait baru saja ditandatangani oleh Bank Dunia dan Kementerian Keuangan dalam pertemuan kami dengan Wakil Presiden Bank Dunia, Antonella Bassani," kata Shmyhal di Telegram, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Jumat (21/7).


"Dana tersebut dimaksudkan untuk memperkuat perlindungan sosial dan memberikan bantuan kepada orang-orang selama perang dan untuk memulihkan ekonomi,” ujarnya.

Shmyhal mengungkapkan bahwa Grup Bank Dunia sejauh ini telah memobilisasi 34 miliar dolar AS untuk membantu Ukraina, di mana lebih dari 22 miliar telah dikirimkan ke anggaran negara.

“Kami sangat berterima kasih atas proyek investasi di Ukraina terbesar dalam sejarah Bank (Dunia), yang membantu membiayai tunjangan sosial dan pensiun. Kami menghargai kerja sama erat kami dan menantikan proyek bersama lebih lanjut untuk pemulihan dan pengembangan Ukraina," kata Shmyhal lebih lanjut.

Shmyhal kemudian memberikan rincian mengenai pertemuannya dengan Bassani, mengatakan bahwa Kelompok Bank Dunia berencana untuk memobilisasi lebih dari delapan miliar dolar AS untuk program baru di Ukraina, khususnya di bidang pertanian dan kebijakan sosial.

“Kami berterima kasih atas bantuan yang konstan dan penting dan berharap dapat bekerja sama lebih erat dengan tim Bank Dunia demi mendukung Ukraina,” ujarnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya