Berita

Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed melakukan aksi menanam pohon/Net

Dunia

Atasi Perubahan Iklim, Ethiopia Tanam 566 Juta Pohon dalam Sehari

SELASA, 18 JULI 2023 | 14:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ethiopia melakukan kampanye menanam 566 juta bibit pohon di seluruh negeri dalam kurun waktu 24 jam. Aksi ini dilakukan untuk mengatasi dampak perubahan iklim, demi mencapai lingkungan yang lebih hijau dan bersih.

Kampanye ini diluncurkan oleh Perdana Menteri Abiy Ahmed pada Senin (17/7). Ia bersama pejabat senior dan warga Ethiopia menanam ratusan juta bibit pohon dari pagi hingga malam hari.

“Perdana Menteri Abiy Ahmed dan Ibu Negara Zinash Tayachew meluncurkan program Green Legacy 500 juta dalam satu hari pohon dengan menanam pohon apel bersama dengan staf PMO,” kata Kantor Perdana Menteri, seperti dikutip Yeni Safak.


Menteri Luar Negeri Birtukan Ayano, yang juga berpartisipasi dalam aksi penanaman pohon di kota kuno Harar, mengatakan Inisiatif Warisan Hijau memiliki makna nasional yang besar.

"Ethiopia membuat komitmen untuk terus berkontribusi pada upaya internasional dalam mencapai dunia yang lebih hijau dan bersih sambil mengatasi dampak buruk perubahan iklim," kata Ayano.

Ethiopia adalah salah satu negara yang terkena dampak kekeringan terkait perubahan iklim terburuk di wilayah Tanduk Afrika.

Menurut laporan baru-baru ini, 24 juta orang saat ini tinggal di daerah yang terkena dampak kekeringan Ethiopia, dengan 11 juta orang diperkirakan tidak aman pangan, sementara sekitar 6,85 juta kematian ternak telah dilaporkan sejak akhir 2021.

Afrika secara keseluruhan semakin rentan terhadap guncangan iklim, meskipun hanya menyumbang sekitar 4 persen dari emisi gas rumah kaca global.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya