Berita

Tembu Ebere berusaha memecahkan rekor menangis terlama di dunia/Net

Dunia

Pria Nigeria Hampir Buta Usai Menangis Tanpa Henti Demi Pecahkan Rekor Dunia

SELASA, 18 JULI 2023 | 13:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Aksi Tembu Ebere untuk memecahkan rekor dunia dengan menangis tanpa henti selama seminggu justru hampir membawa malapetaka. Ia dinyatakan buta sebagian, meski hanya selama 45 menit.

Dimuat BBC, Ebere mengaku mengalami sakit kepala, sementara mata dan wajahnya bengkak setelah menangis tanpa henti selama tujuh hari. Ia juga sempat dinyatakan buta sebagian.

"Saya harus mengatur ulang strategi dan mengurangi ratapan saya," ujarnya.


Terlepas dari dampak buruk yang bisa dihasilkan, Ebere bertekad untuk terus menangis sampai bisa memecahkan rekor.

Namun Ebere tidak sendiri. Demam untuk memecahkan rekor dunia tampaknya tengah terjadi di Nigeria dalam beberapa waktu terakhir.

Guinness World Records mencatat lonjakan upaya untuk memecahkan rekor dunia dalam beberapa bulan terakhir. Ini dipicu oleh aksi marathon memasak selama empat hari yang dilakukan oleh seorang koki bernama Hilda Baci.

Pada Mei, Baci, koki berusia 26 tahun berhasil memasak tanpa henti selama 93 jam 11 menit. Aksinya ini berhasil mengalahkan koki di India pada 2019.

Usaha Baci ini mendapatkan banyak dukungan dari publik, termasuk selebritas dan wakil presiden Nigeria. Bahkan situs web resmi guinnessworldrecords.com sempat terganggu selama dua hari.

Kesuksesan Baci juga menjadi inspirasi bagi warga Nigeria lain. Alhasil banyak upaya untuk memecahkan rekor menyanyi, berdoa, hingga berciuman terlama di Nigeria.

Guinness World Records sendiri telah mendesak warga Nigeria untuk bersikap santai dan menyarankan para calon tidak mengambil risiko berbahaya atau usaha mereka tidak akan diakui.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya