Berita

Petani tanaman koka di Kolombia/AP

Dunia

AS Tangguhkan Satelit Pemantauan Tanaman Koka di Kolombia

JUMAT, 14 JULI 2023 | 15:37 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

  Pemerintahan Amerika Serikat menghentikan pemantauan satelit terhadap tanaman koka di Kolombia, atau alat pengukur utama yang biasa digunakan dalam perang melawan narkoba selama beberapa dekade.

Langkah tersebut diumumkan oleh Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya pada Kamis (13/7), di tengah tingginya angka produksi kokain di negara itu.

"Kami terus mengevaluasi efektivitas berbagai upaya penanggulangan narkoba dan melakukan perubahan sesuai kebutuhan," ujar Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, seraya menegaskan bahwa tindakan ini hanya sementara, tanpa memberikan alasan penangguhan dan jangka waktu spesifik untuk melanjutkan pengumpulan data tersebut.


Mengutip Al Arabiya, Jumat (14/7), informasi ini pertama kali dilaporkan oleh surat kabar Kolombia, El Tiempo, yang telah menimbulkan kemarahan dari anggota Partai Republik di Kongres Florida. Mereka menyerukan Presiden Joe Biden untuk mencabut sertifikasi pemerintah Kolombia karena dianggap tidak bekerja sama dalam upaya melawan narkoba.

Namun, keputusan itu disebut sejalan dengan fokus Presiden Kolombia yang berhaluan kiri, Gustavo Petro, yang ingin mengubah pendekatan penegakan hukum dari penghilangan tanaman koka di pedalaman desa, menuju pengejaran penyelundup dan pencuci uang skala besar yang menguasai sebagian besar perdagangan narkoba.

Sejak 1987 lalu, Washington telah merilis perkiraan tahunan tentang luas penanaman koka di Kolombia. Pada 2020, luas lahan penanaman mencapai level tertinggi sepanjang sejarah ketika Kantor Kebijakan Pengawasan Narkoba Nasional AS memperkirakan ada 245.000 hektar lahan yang ditanami tanaman koka, setara dengan tiga kali luas Kota New York.

Sementara laporan terakhir menunjukkan bahwa produksi kokain hampir tidak mengalami perubahan signifikan pada tahun 2021, tetap pada tingkat yang tinggi.

Namun, sejak lima bulan pertama tahun 2023 ini, pemerintahan Petro telah berhasil menghancurkan secara manual 4.511 hektar tanaman koka, jumlah yang menurun hampir 90 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, saat pemerintahan yang lebih konservatif di bawah Ivan Duque masih berkuasa.

Meskipun belum ada komentar resmi mengenai alasan di balik perubahan kebijakan ini, akan tetapi Washington dikabarkan masih terus berkomitmen untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kolombia dalam memantau tanaman koka ilegal.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya