Berita

KSAD Award 2023/Ist

Nusantara

Kawal Isu Strategis, Jenderal Dudung Apresiasi Media Lewat KSAD Award

RABU, 12 JULI 2023 | 04:03 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Kepala Staf Angktan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman, memberi apresiasi kepada media online nasional, daerah, dan pers mahasiswa, pada ajang KSAD Award 2023.

KSAD Award kali ini mengusung tema 'Bersama Merawat Kebangsaan'. Menurut Dudung, tema itu didasarkan pada hasil pengamatan TNI AD atas peran strategis media sebagai penyalur informasi yang akurat, berimbang, dan independen kepada masyarakat.

Akhirnya muncul 10 isu strategis yang dikategorikan untuk diperlombakan yakni Keberagaman dan Toleransi, Melawan Radikalisme, Pengarusutamaan Gender (PUG), Inovasi Digital, Solidaritas Internasional, TNI AD di Tengah Kesulitan Rakyat, Pembangunan di Daerah 3T, Perlindungan Anak, Menekan Stunting, dan Pelestarian Kebudayaan, melibatkan dewan juri yang dipimpin Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu.


"KSAD Award 2023 ditujukan untuk memberikan apresiasi kepada media online yang memberi perhatian pada isu-isu strategis itu. Tentunya dengan tetap mempertimbangkan aspek kelengkapan informasi, variasi penyajian dan isi konten yang berimbang, serta berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat," kata Jenderal Dudung, dalam keterangan tertulis, Selasa (11/7).

Dalam proses penilaian, Panitia KSAD Award 2023 menjaring sekitar 3 juta artikel dari 221 media yang mengangkat isu berdasarkan kategori-kategori tadi.

Selanjutnya panitia menyaring kembali berdasarkan nama perusahaan media yang terverifikasi di Dewan Pers (kecuali media kampus), dan jumlah atau kuantitas pemberitaan tentang isu-isu tersebut.

Dari seleksi tersebut, dewan juri KSAD Award menelaah dan memberikan skor terhadap 2.030 artikel yang diproduksi 72 media yang masuk ke tahap final.

Hingga akhirnya diputuskan 24 media keluar sebagai pemenang KSAD Award 2023. Di sisi lain, Ninik menyebut melalui KSAD Award bisa mendorong pers Indonesia lebih berkualitas lagi dalam melihat isu-isu kemanusiaan di seluruh wilayah Indonesia.

Sehingga setelah melihat, Ninik berharap para awak media mampu menyiarkan pesan atau informasi tersebut dari satu tempat ke tempat lain.

"Pers akan berupaya menjadi pers yang menjalankan fungsinya, sebagai media yang memberikan informasi, pendidikan dan kontrol sosial sekaligus menunjukan kepedulian terhadap masalah publik," ucap Ninik.

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya