Berita

Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampow/Repro

Politik

Diingatkan Tidak Berpolemik DPT Bermasalah, KPU-Bawaslu Diminta Cari Solusi

JUMAT, 07 JULI 2023 | 22:11 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024 yang masih menyisakan persoalan diharap tidak menjadi ajang berpolemik, terkhusus antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampow menyampaikan hal tersebut, mengingat substansi Pemilu adalah pelaksanaan hak konstitusi warga negara dalam memilih dan dipilih.

Dia menjelaskan, masalah 4 juta pemilih tidak memiliki e-KTP seharusnya dicarikan solusi oleh KPU bersama Bawaslu, karena inti persoalannya teknis.


“Jadi jangan berpolemik, tapi cari solusi untuk menjaga hak pilih orang,” ujar Jeirry saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (7/7).

Menurutnya, mengenai perdebatan mengenai syarat ataupun dokumen yang wajib dibawa pemilih ketika verifikasi sebelum mencoblos di TPS, tidak dilakukan KPU dan Bawaslu.

Karena bagi Jeirry, aturan dalam UU 7/2017 tentang Pemilu yang menegaskan soal pemilih adalah pemilik e-KTP bukan hal baku, mengingat kartu keluarga (KK) adalah dokumen kependudukan yang mendasari pembuatan e-KTP.

“Kalau dari posisi suratnya, yang lebih kuat justru KK, karena KTP dibuat berdasarkan KK. Jadi orang yang punya KK punya KTP. Tapi yang punya KTP belum tentu punya KK,” demikian Jeirry menambahkan.

Mengenai dokumen verifikasi pemilih di TPS sebelum mencoblos, KPU mewacanakan pemberlakuan kartu keluarga (KK). Sementara, Bawaslu menilai KK tidak bisa menjadi dokumen verifikasi pemilih.

Bawaslu merujuk pada Pasal 348 UU 7/2017 tentang Pemilu, yang menyebut pengertian pemilih adalah pemilik e-KTP.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya