Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Punya Pengaruh Lebih Kuat, PM Kamboja Sulit Batasi Facebook

RABU, 05 JULI 2023 | 03:58 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah Kamboja tidak dapat begitu saja memutuskan hubungannya dengan Facebook, karena salah satu platform media sosial terbesar itu masih memiliki pengaruh yang kuat di dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh ekonom politik Arizona State University, Sophal Ear, yang mengatakan bahwa ancaman pembatasan Facebook sepenuhnya di Kamboja merupakan gertakan semata dari Perdana Menteri Hun Sen.

Menurut Sophal, mengakhiri penggunaan Facebook di negara tersebut sama saja dengan mengganggu akses jutaan pengguna di Kamboja terhadap informasi dan akan merugikan ekonomi informal.


Faktanya, sejak ancaman tersebut dilontarkan pada akhir Juni lalu, pemerintahan Hun Sen saat ini telah memutuskan untuk menarik diri dari rencana pemblokiran media sosial itu di negaranya.

“Saya tidak sebodoh itu untuk menutup Facebook. Namun saya juga tidak sebodoh itu untuk membiarkan Facebook mengambil uang dari rakyat Kamboja, dan saya tidak membutuhkan perwakilan mereka di Kamboja,” kata Hun Sen dalam pernyataannya di Telegram.

Seperti dimuat English Cambodia Daily, Selasa (4/7), Hun Sen sebelumnya telah mengancam akan menutup Facebook sepenuhnya, dengan mengatakan akan menghentikan hubungan negara dengan perusahaan media sosial itu, memecat karyawan di negaranya, hingga memutuskan kemitraan antara raksasa media sosial dan sektor swasta.  

Langkah tersebut dilakukan setelah akun Facebook perdana menteri yang telah berkuasa selama puluhan tahun itu diancam akan ditangguhkan oleh Facebook selama enam bulan, atas rekomendasi dari Dewan Pengawas Meta, karena ia dinilai telah menyerukan kekerasan terhadap lawan politiknya melalui video yang diunggah ke akun Facebook.

Hun Sen yang meradang memutuskan untuk keluar lebih dulu dari Facebook, sebelum mereka menangguhkan akunnya, dan menyerukan warga Kamboja untuk pindah ke platform lain seperti Telegram dan TikTok.

Namun aksi tersebut nampaknya kesulitan untuk dilakukan oleh Hun Sen, karena perdana menteri itu dinilai belum mampu melawan platform yang memiliki belasan juta pengguna di negara itu.

"Keputusan ini mengungkapkan kekuasaan kuat dari Facebook dan batasan kekuasaan Hun Sen. Kenapa dia belum melarang Facebook? Karena dia benar-benar tidak bisa memblokirnya,” ujar Sophal dalam penjelasannya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya