Berita

Kandidat calon presiden dari Partai Republik AS, Nikki Haley/Net

Global

Bakal Capres Republik: China Sudah Persiapkan Diri Perang Lawan AS Sejak Puluhan Tahun

SENIN, 03 JULI 2023 | 20:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China disebut sudah lama mempersiapkan militernya untuk berperang melawan Amerika Serikat (AS). Sehingga Washington harus waspada, terlebih dengan kemampuan China saat ini yang semakin mumpuni.

Alarm peringatan tersebut dibunyikan oleh bakal calon presiden dari Partai Republik untuk Pilpres AS 2024, Nikki Haley ketika berbicara di acara Fox News Sunday pada Minggu (3/7).

Mantan Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ini meminta pemerintah untuk waspada dengan pembangunan militer China. Bahkan ia menyebut armada Angkatan Laut China menjadi yang terbesar di dunia.


“Mereka punya 340 kapal, kita (hanya) punya 293. Mereka akan punya 400 (kapal) dalam dua tahun, kita bahkan tidak (bisa) mendapat 350 (kapal) dalam dua dekade. Mereka sudah mulai mengembangkan rudal hipersonik. Kita baru saja memulai," jelas Haley.

Dalam perbandingannya, Haley juga menyoroti bagaimana China terus memodernisasi militer mereka. Sedangkan di sisi lain AS disibukkan hal lain.

"Lihatlah apa yang mereka lakukan di dunia maya, kecerdasan buatan, ruang angkasa. Mereka di depan kita. Kita punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan kita perlu memperkuat militer. Kita harus memastikannya," kata Haley.

Berbagai perkembangan militer yang dilakukan oleh China, kata Haley, dilakukan untuk bersiap menghadapi perang melawan AS.

"China telah mempersiapkan perang dengan kami selama beberapa dekade dan cara kami menghadapi China bukanlah melihatnya besok. Karena jika kita terus menunggu untuk berurusan dengan mereka besok, mereka akan berurusan dengan kita hari ini," Haley memperingatkan.

Lebih lanjut, Haley yang menggambarkan China sebagai musuh merupakan ancaman asing paling berbahaya yang pernah AS hadapi sejak Perang Dunia II.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya