Berita

Raja Drestarasta/Net

Suluh

Raja Sayang Anak

SENIN, 03 JULI 2023 | 16:32 WIB | OLEH: WIDIAN VEBRIYANTO

CINTA dan kebenaran menjadi inti dari kisah Mahabharata. Kebenaran harus ditegakkan sekalipun pahit terasa. Sementara kecintaan pada sesuatu harus dinomorduakan ketika jalan cinta itu tidak benar.

Kisah Mahabharata mengulas tentang cinta seorang raja pada anak-anaknya. Dia ingin agar anak yang berjumlah seratus orang menjadi penerus dinasti kerajaan. Adalah Drestarasta, yang ingin agar pada kurawa di bawah kepemimpinan anak pertamanya Duryudana menjadi pemimpin Hastinapura.

Drestarasta adalah cucu pertama dari Raja Santanu. Tapi dia gagal menjadi penerus ayahnya, Wicitrawirya karena terlahir tunanetra. Alhasil, tampuk kekuasaan Hastinapura jatuh kepada adiknya, Pandu, yang merupakan ayah dari Pandawa.


Namun kemudian, Pandu harus mengasingkan diri setelah dirinya memanah mati seekor rusa yang ternyata jelmaan dari seorang resi. Tak lama berselang Pandu meninggal di pengasingan dan Drestarasta kemudian diangkat sebagai pelaksana tugas (Plt) raja.

Dengan status tersebut, Drestarasta harus mengembalikan tongkat kerajaan kepada keturunan Pandu ketika mereka sudah siap dan cukup umur.

Sayang Anak

Duduk di singgasana rupanya membuat Drestarasta menjadi kegirangan. Apalagi dari awal memang dia sudah mempersiapkan diri untuk menjadi raja. Andai kala itu dirinya tidak buta, mungkin jalannya menjadi raja resmi Hastinapura bisa terwujud.

Kebahagian menjadi sempurna tatkala dianugerahi seratus anak laki-laki, tanda tongkat kepemimpinan bisa diestafetkan keturunannya langsung. Anak pertamanya bernama Duryudana.

Duryudana sebagai calon penerus amat disayang Drestarasta. Apapun yang dimaui, pasti dituruti. Mengangkat sahabat menjadi seorang raja di wilayahnya pun dengan mudah bisa dilakukan oleh Duryudana.

Puncaknya, Duryudana meminta sang ayah menobatkan dirinya sebagai putra mahkota. Karena kecintaan, Drestarasta mengamini permintaan sang anak. Dia tidak mundur sekalipun ditentang oleh para sesepuh negeri, karena gelar putra mahkota seharusnya diberikan kepada Yudhistira putra Pandu.

Buntut dari kecintaan pada anak tersebut, kekacauan terjadi hingga Perang Bharatayudha terjadi dan seluruh keturunan Drestarasta dihabisi Pandawa.

Kisah di Negeri Seberang


Kisah kecintaan pada anak ini juga terjadi di negeri seberang. Seorang raja yang tidak pernah kalah bertarung dalam setiap pemilu yang dilakoni mulai memikirkan masa depan anak-anaknya. Dia ingin sang anak mengikuti jejak sukses dirinya hingga bisa menjadi penguasa negeri selama dua periode.

Alhasil, selama masih memegang tongkat kekuasaan, sang anak sebisa mungkin didorong untuk bisa berkuasa. Minimal di level walikota seperti dirinya meniti karir politik. Anak pertama berhasil menjadi kampiun di wilayah yang pernah diperintah sang ayah. Diharapkan karir politik anak pertama moncer, bisa jadi gubernur lalu presiden.

Tapi setiap perencanaan butuh plan A dan plan B. Untuk itu, disiapkan mantu dari anak kedua untuk turut memimpin kota di wilayah lain. Dengan begitu, raja punya dua opsi dalam mewujudkan impian anak-anak mulus di dunia politik.

Seiring berjalan waktu, anak ketiga ternyata tertarik juga untuk ikut-ikutan. Mumpung sang ayah masih menjadi pemimpin negeri. Sebuah kota di pinggiran ibukota pun disasar. Klaim bahwa keluarga sudah merestui juga ikut diumumkan ke publik. Setidaknya, para rekan-rekan sang ayah tahu bahwa dirinya sudah disetujui dan bisa mulai membantu pemenangan.

Kekuasaan memang menggiurkan, tapi membangun dinasti di negara demokrasi adalah hal yang tidak dibenarkan. Apalagi jika negara itu pernah mengalami masa reformasi yang menjadi pertanda rakyat tidak ingin ada lagi pemimpin diktator.

Sang raja harus belajar dari kehancuran Hastinapura. Hanya karena memaksakan kehendak agar anak menjadi penerus, negeri menjadi hancur lebur. Dan sang anak yang diharapkan bisa menjadi raja, justru harus tersungkur di makan zaman.

Populer

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Mudik Gratis 2026 Pemprov Jabar, Berikut Rute dan Cara Daftarnya

Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:13

DPR Komitmen Kawal Pelaksanaan MBG Selama Ramadan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:32

Harga Minyak Bertahan di Level Tertinggi Enam Bulan, Dibayangi Ketegangan AS-Iran

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:21

DPR Soroti Impor Pickup Kopdes Merah Putih

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:58

Prabowo Temui 12 Raksasa Investasi Global: “Indonesia Tak Lagi Tidur”

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:49

DPR Tegaskan LPDP Harus Tegakkan Kontrak di Tengah Polemik “Cukup Saya WNI, Anak Jangan”

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:26

Pemerintah Inggris Siap Hapus Andrew dari Daftar Pewaris Takhta

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:14

Kemenag: Tidak Ada Kebijakan Zakat untuk MBG

Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:04

Korban Banjir Lebak Gedong Masih di Huntara, DPR Desak Aksi Nyata Pemerintah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25

Norwegia Masih Kuat di Posisi Puncak Olimpiade, Amerika Salip Tuan Rumah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya