Berita

Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi/Net

Politik

DPR Usul Jemaah Haji Lansia Pasif Dipulangkan Lebih Awal

SENIN, 03 JULI 2023 | 01:54 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Jemaah haji lanjut usia (Lansia) pasif disarankan dipulangkan lebih awal. Hal itu disuarakan oleh Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi kepada pemerintah, Minggu (2/7).

Menurut Ashabul Kahfi, kepulangan lebih awal bagi Lansia pasif dengan catatan kewajiban dan rukun-rukun Haji sudah tuntas dilaksanakan. Ia berpendapat, kepulangan lebih awal untuk menghindari risiko yang lebih parah, khususnya kondisi kesehatan.

“Tentu (kepulangan) tanpa mengganggu kursi-kursi jemaah haji yang memang sudah ada yang memiliki. Tetapi, mungkin bisa mengambil dari sejumlah seat jemaah-jemaah yang kemarin meninggal atau dari yang lainnya,” demikian kata Kahfi, Minggu (2/7).


Politisi PAN itu juga meminta Pemerintah meminta kepada pihak maskapai Garuda Indonesia maupun Saudi Airlines untuk tetap menjaga ritme waktu pemberangkatan jamaah.

Ia mengaku tidak ingin terjadi delay pemulangan karenasangat melelahkan para jemaah yang harus menunggu cukup lama di bandara. Apalagi, sebagian jamaahmasih akan melakukan perjalanan ke Madinah yang jarak tempuhnya cukup jauh menggunakan bus.

"Kita imbau juga agar pemerintah memastikan bahwa mobil -mobil itu sehat, layak dan sopir -sopir itu juga tetap bisa disiplin untuk mengawal para jemaah ke Madinah,” imbuhnya.

Ia juga mengimbau para jemaah haji tidak terlalu bernafsu belanja. Alasannya, membuat koper kelebihan muatan sehingga akan mengganggu kenyamanan dan keselamatan bersama.

Para jemaah, jelas Ashabul Kahfi harus memahami ada aturan dari maskapai penerbangan, masing-masing jemaah itu akan diberikan hak perorangan untuk berat bagasi hanya sekitar 20 kilo setiap orang.

"Saya imbau untuk kenyamanan dan keselamatan para jamaah untuk tetap memperhatikan aturan-aturan itu,” jelas Ashabul.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya