Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Australia jadi Negara Pertama yang Izinkan Gangguan Mental Diberi Resep Psikedelik

MINGGU, 02 JULI 2023 | 22:23 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Dalam rangka membuat terobosan baru, Australia kini menjadi negara pertama yang mengizinkan psikiater untuk meresepkan zat psikedelik tertentu kepada pasien gangguan mental.

Langkah terbaru tersebut telah berlaku mulai Sabtu (1/7) kemarin, dengan zat psikedelik sendiri diketahui masuk ke dalam jenis narkotika yang dapat memicu munculnya halusinasi.

Melalui keputusan tersebut, dokter di negara itu dapat meresepkan  penggunaan dosis MDMA yang juga dikenal sebaga ekstasi untuk pengobatan gangguan stres pascatrauma (PTSD), dan psilocybin, bahan psikoaktif dalam jamur psychedelic untuk mengatasi depresi yang sulit diobati.


Kedua obat tersebut telah dimasukkan ke dalam daftar obat yang disetujui oleh Therapeutic Goods Administration.

Menanggapi langkah terbaru yang diambil itu, para ilmuwan di Australia mengaku sangat terkejut, namun mereka menyambut positif keputusan itu

"Keputusan ini akan menempatkan Australia sebagai pelopor dalam penelitian dan penggunaan psikedelik dalam konteks pengobatan gangguan mental," kata para ilmuwan, seperti dikutip Stuff, pada Minggu (2/7).

Wakil Direktur Neuromedicines Discovery Center di Monash Institute of Pharmaceutical Sciences, Chris Langmead mengatakan bahwa dalam 50 tahun terakhir, sejauh ini terdapat sedikit kemajuan dalam pengobatan masalah kesehatan mental yang persisten.

Untuk itu, keputusan Australia untuk mengizinkan psikiater meresepkan psikedelik tertentu telah menandai langkah maju dalam bidang pengobatan gangguan mental, dengan harapan bahwa hal tersebut dapat memberikan solusi baru bagi pasien yang telah lama berjuang dengan kondisi yang sulit diobati.

Meskipun demikian, biaya pengobatan dengan psikedelik ini diperkirakan akan mencapai 10.000 dolar Australia (Rp100 juta) per pasien.

Namun kini, penelitian lebih lanjut sedang diperlukan untuk mengetahui kemanjuran obat tersebut dan risiko yang ditimbulkan dengan penggunaan psikedelik yang dapat menyebabkan halusinasi ini.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya