Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Warga Mazar-e-Sharif Afghanistan Minta Keamanan Diperketat saat Penduduk Kota Rayakan Iduladha

RABU, 28 JUNI 2023 | 16:50 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Penduduk kota Mazar-e-Sharif di Afghanistan menyuarakan permintaan mereka kepada Taliban untuk dapat meningkatkan keamanan di masjid dan tempat umum dalam perayaan IdulAdha tahun ini.

Berdasarkan laporan yang dimuat ANI News, Rabu (28/6), para penduduk kota terbesar keempat itu menginginkan suasana yang meriah dan aman selama liburan Iduladha pada pekan ini.

"Kita telah mendesak aparat untuk menjaga keamanan masjid dan tempat rekreasi agar masyarakat bisa merayakan hari-hari Iduladha tanpa rasa takut," ujar salah satu warga, Ahmad Shakib.


Menanggapi permintaan tersebut, para pejabat dari Komando Pengamanan Balkh berjanji untuk meningkatkan keamanannya di malam dan siang hari selama liburan Iduladha yang sedang dirayakan negaranya.

"Kami memastikan kepada masyarakat di Provinsi Balkh, khususnya Mazar-e-Sharif, bahwa pasukan keamanan kami siap memberikan keamanan penuh selama perayaan Iduladha, baik siang maupun malam," tegas juru bicara Komando Keamanan Balkh, Mohammad Asif Wazir.

Sejak Taliban menguasai Afghanistan pada 2021, Kota Mazar-e-Sharif telah menjadi saksi berbagai peristiwa tragis yang terjadi di wilayah itu, termasuk seorang gubernur Provinsi Balkh yang tewas dalam ledakan di kantornya sendiri.

Situasi keamanan di negara tersebut semakin memburuk, yang ditandai dengan meningkatnya kasus terorisme dan serangan bom. Masalah itu semakin memicu kekhawatiran yang mendalam tentang keselamatan warga Afghanistan.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya