Berita

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto bersama Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan/RMOL

Politik

Kalau Mau Untung, PAN Disarankan Merapat ke Koalisi Prabowo

RABU, 28 JUNI 2023 | 15:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Peluang PAN meraih efek positif dari pencapresan diprediksi terbuka, jika bergabung koalisi pendukung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Founder Citra Institute, Yusak Farchan mengamati, klaim dari dua parpol berbeda barisan koalisi memang menguntungkan PAN.

Namun dia menilai, PAN akan lebih sejahtera secara elektoral jika bergabung dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang diisi Gerindra dan PKB, ketimbang masuk barisan PDIP dan PPP yang mendukung Ganjar Pranowo.


“Jika merapat ke Prabowo, setidaknya PAN akan diuntungkan atas tiga hal,” ujar Yusak kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (28/6).

Dekan FISIP Universitas Sutomo itu menjelaskan, keuntungan pertama yang diperoleh PAN yakni menghapus stigma tidak akan lolos parlemen.

“PAN berpotensi mendapat efek ekor jas atas pencapresan Prabowo dibanding Ganjar,” tuturnya.

Di samping itu, parpol berlambang matahari putih itu juga mendapat keuntungan lain berupa kesetaraan dalam kerja sama politik 2024.

“Sementara PAN berpotensi hanya menjadi pelengkap saja jika di koalisi PDIP,” sambungnya menegaskan.

Peluang ketiga, PAN bisa saja memperoleh kursi cawapres jika bergabung bersama perahu Prabowo.

“Proposal PAN terkait Erick Thohir sebagai cawapres lebih bisa dipertimbangkan Prabowo dan dinegosiasi ulang dengan PKB,” tambahnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya