Berita

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburrokhman/RMOL

Politik

PAN Merasa Cenderung ke Prabowo, Gerindra: Kalau Gabung Koalisi Sudah Pas Banget

SENIN, 26 JUNI 2023 | 15:08 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Gerindra menyambut baik gesture politik Partai Amanat Nasional (PAN) yang merasa lebih dekat dengan bakal capres Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) Prabowo Subianto.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburrokhman mengatakan komunikasi Prabowo dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan pun semakin intensif.

“Ya hamdalah ya proses komunikasi semakin intens antara pimpinan kami dan juga kalau liat platformnya kan kita sama-sama partai nasionalis ya,” kata Habiburrokhman kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/6).


Habiburrokhman juga mengklaim bahwa hubungan Gerindra dengan PAN berjalan baik dan senakin bagus. Terlebih, Gerindra dan PAN merupakan koalisi pemerinatahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kemudian juga kalau teman-teman lihat di sini hubungan kita demikian bagus. Karena kita kebetulan ada di Koalisi yang sama juga, di pemerintahan saat ini,” tuturnya.

Anggota Komisi III DPR RI fraksi Gerindra itu menyebut bahwa hubungan Gerindra dan PAN di parlemen pun berjalan baik.

Sehingga, kata dia, jika PAN nantinya bergabung mendukung Prabowo pada Pilpres 2024, Gerindra menilai sangat cocok.

“Kita sudah punya pengalaman saling support, kita pengalaman saling ya kita dekat satu sama lain di DPR ini. Jadi kalau akhirnya ada kolaisi tersebut saya pikir memang sudah ininya, sudah pas banget,” demikian Habiburrokhman.

Sebelumnya, Partai Amanat Nasional (PAN) memberikan sinyal kecenderungan bakal mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.

Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay turut mendoakan, di Pilpres 2024 nanti diharapkan Prabowo Subianto berhasil menjadi presiden.

"Dan mudah-mudahan pemilu sekali ini ya Pak Prabowo bisa menang," kata Saleh kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (16/5).

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya