Berita

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Karachi Unit 2 K-2 di Pakistan selatan yang dibuka pada 2021 lalu, atas bantuan China/Net

Global

China dan Pakistan Teken Kesepakatan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Senilai Rp 71 Triliun

RABU, 21 JUNI 2023 | 19:53 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pakistan dan China resmi menandatangani kesepakatan senilai miliaran dolar untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir dengan kapasitas 1.200 megawatt.

Kesepakatan itu diumumkan Perdana Menteri Shehbaz Sharif pada Selasa (20/6), sambil memuji investasi China sebagai bukti kepercayaan yang tinggi terhadap negaranya.

"Investasi China sebesar 4,8 miliar dolar (Rp 71 triliun) dalam proyek ini adalah bukti yang jelas bahwa Pakistan merupakan tempat yang menarik bagi perusahaan dan investor China," ujarnya, seperti dimuat CNN.


Proyek Chashma 5 akan dibangun di provinsi Punjab, bagian tengah Pakistan, di bawah kesepakatan antara Kerjasama Nuklir Nasional China dan Komisi Energi Atom Pakistan.

Dukungan dari China dalam proyek ini disebut akan membantu Pakistan dalam melakukan transisi mereka dari ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Dengan dimulainya proyek ini, total kapasitas produksi energi nuklir Pakistan dikabarkan akan naik menjadi 1.400 megawatt, ketika pembangkit listrik tenaga nuklir keenam di negara itu baru dibuka dua tahun lalu dengan bantuan yang juga dari China.

Shehbaz Sharif, yang pemerintahannya sedang berjuang melawan krisis neraca pembayaran, mengucapkan terima kasih kepada mitra China atas kesepakatan tersebut, dan diskon sebesar 100 juta dolar yang mereka berikan untuk proyek terbaru ini.

Belum jelas apakah investasi baru ini termasuk dalam jumlah total 65 miliar dolar yang telah dijanjikan China untuk pembangunan infrastruktur Pakistan di bawah Belt and Road Initiative (BRI).

Sejauh ini Kerjasama Nuklir Nasional China dan Kementerian Luar Negeri China belum memberikan komentarnya terkait kesepakatan ini.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya