Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ikut Tren Hirup Deodoran Semprot, Bocah Laki-laki di Selandia Baru Meninggal

SENIN, 19 JUNI 2023 | 13:50 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Tren chroming challenge yang viral di media sosial kembali memakan korban jiwa. Kasus terbaru menimpa seorang anak laki-laki berusia 12 tahun asal Selandia Baru yang meninggal usai menghirup deodorant spray.

Menurut Royal Children's Hospital Melbourne, chroming adalah praktik menghirup zat beracun seperti cat metalik, hairspray, lem, cairan korek api, lem, bensin, produk pembersih, dan sebagainya untuk mendapat sensasi mabuk.

Mengutip Nine News pada Senin (19/6), anak itu mengalami sesak napas di samping dua temannya yang juga mencoba chroming challenge di halte bus di Jalan Tasman Hamilton, Selandia Baru.


Korban berlari menyeberang jalan untuk mencari pertolongan dengan nafas yang terengah-engah.

Warga sekitar dan dan ambulans datang memberikan bantuan, namun dia tewas di tempat, sebelum sempat dibawa ke rumah sakit.

Kepolisian yang menyelidiki kasus tersebut mengonfirmasi penyebab kematian adalah murni karena deodoran semprot yang dihirup.

"Tidak ada keadaan yang mencurigakan, korban meninggal karena mabuk deodoran semprot," ujar jurubicara kepolisian.

Pernyataan kepolisian diperkuat dengan pernyataan seorang pemilik bisnis laundry Hamilton Laundromat, Sam Sheikh yang melaporkan banyaknya anak muda berkeliaran di depan tokonya untuk melakukan chroming challenge sejak awal tahun.

Ia menunjukkan video CCTV di mana beberapa anak muda terlihat menghirup zat dari kaleng deodoran semprot.

Sam mengaku kerap mengusir pemuda yang mabuk deodoran tersebut karena berusaha masuk ke dalam tokonya.

"Ketika mereka sudah fly, merka akan pingsan, memuntahkan darah dan berusaha masuk ke ruang mesin suci yang memiliki tegangan listrik tinggi," jelasnya.

April lalu, seorang gadis Australia berusia 13 tahun, bernama Esra Haynes meninggal dunia karena serangan jantung yang didapat akibat menghirup deodoran.

Sebelum meninggal, Haynes sempat dirawat selama seminggu di rumah sakit.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya