Berita

Presiden Ceko Petr Pavel/Net

Dunia

Presiden Ceko Minta Barat Pantau Warga Rusia seperti AS Perlakukan Etnis Jepang di Masa Perang Dunia II

JUMAT, 16 JUNI 2023 | 07:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Negara-negara Barat disarankan untuk terus mengawasi orang-orang Rusia yang tinggal di wilayah mereka.

Saran itu disampaikan Presiden Ceko Petr Pavel dalam sebuah wawancara dengan Radio Free Europe/Radio Liberty pada Kamis (15/6).  Ia juga mengingatkan bagaimana  Amerika Serikat memperlakukan etnis Jepang selama Perang Dunia II, menyebut itu sebagai contoh langkah-langkah keamanan masa perang.
“Ketika ada perang yang sedang berlangsung, langkah-langkah keamanan terkait warga negara Rusia harus lebih ketat daripada waktu normal,” kata Pavel, seperti dimuat RT.

“Semua orang Rusia yang tinggal di negara-negara Barat harus diawasi lebih dari sebelumnya," katanya.

“Semua orang Rusia yang tinggal di negara-negara Barat harus diawasi lebih dari sebelumnya," katanya.

Ratusan ribu orang Rusia telah meninggalkan negara itu sejak awal konflik, banyak yang ingin menghindari mobilisasi militer.

"Jadi, semua orang Rusia yang tinggal di negara-negara Barat harus diawasi lebih ketat lagi, karena mereka adalah warga negara yang memimpin perang agresif," katanya, menambahkan bahwa itulah harga yang harus dibayar dari sebuah perang.

Pemimpin Ceko membandingkan perlakuan terhadap orang Jepang-Amerika selama Perang Dunia II, yang digambarkan sebagai "rezim pemantauan yang ketat" dan pengawasan terhadap dinas keamanan.

Ketika ketegangan antara AS dan Kekaisaran Jepang meningkat, ada kecurigaan tentang ketidaksetiaan yang tumbuh dalam masyarakat Amerika yang diarahkan terhadap etnis Jepang. Ketidakpercayaan itu dipicu oleh sentimen bersejarah anti-Asia di Pantai Barat.

Dua bulan setelah serangan Desember 1941 di Pearl Harbor, Presiden Franklin Roosevelt mengeluarkan perintah eksekutif untuk orang-orang keturunan Jepang . Sekitar 125.000 orang, yang sebagian besar adalah warga negara Amerika keturunan Jepang, dipaksa tinggal di lusinan fasilitas penahanan di seluruh negeri. Kebijakan tersebut tetap berlaku sampai tahun 1946.

Presiden Jimmy Carter mengesahkan sebuah komisi untuk meninjau kembali keputusan kontroversial tersebut dan dampaknya terhadap keamanan nasional dan memberikan nasihat tentang bagaimana memulihkan para korbannya.

Laporannya, yang dirilis pada tahun 1983, mengatakan bahwa perintah tersebut tidak dibenarkan oleh keperluan militer dan berakar pada prasangka rasial dan histeria perang.

“Sebuah ketidakadilan besar dilakukan terhadap orang Amerika dan penduduk asing keturunan Jepang yang, tanpa ulasan individu atau bukti pembuktian terhadap mereka, dikeluarkan, dipindahkan dan ditahan oleh Amerika Serikat selama Perang Dunia II,” kata dokumen itu .

Kesimpulan itu dibantah oleh beberapa media. Sebuah artikel Washington Post tahun 1983 menyatakan bahwa sejumlah besar mata-mata Jepang tinggal di Pantai Barat, memberi Roosevelt alasan untuk bertindak seperti itu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya