Berita

Antonov AN-124 Rusia, disita di Bandara Pearson di Toronto pada Senin, 28 Februari 2022/Net

Dunia

Kisah Buram Pesawat Rusia Pengangkut Obat Covid-19 untuk Kanada: Disita Ottawa untuk Diberikan ke Ukraina

RABU, 14 JUNI 2023 | 10:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hubungan antara Moskow dan Ottawa dipastikan menurun setelah Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau memutuskan untuk menyita pesawat kargo AN-124 Rusia.

AN-124 teronggok di Bandara Internasional Toronto Pearson lebih dari setahun karena pembatasan yang diberlakukan otoritas Kanada.

Dalam pernyataannya pada Selasa (13/6), Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengecam penyitaan itu sebagai pencurian


"Pihak Rusia memperingatkan bahwa implementasi praktis dari keputusan ini akan memiliki konsekuensi paling serius bagi hubungan Rusia-Kanada, yang sudah tertatih-tatih di ambang kehancuran karena kesalahan Ottawa," kata Zakharova, seperti dimuat Anadolu Agency, Rabu (14/6).

"Rusia berhak untuk membalas, dipandu oleh prinsip timbal balik," tambahnya.

Di situs kementerian, Zakharova menunjukkan bahwa pesawat itu digunakan untuk mengirimkan obat anti-Covid ke Kanada atas permintaan otoritas negara itu. Namun, saat  ini Kanada menginginkan pesawat itu, disandera dengan tujuan jangka panjang, dan diduga akan dikirim ke Kyiv.

Ini adalah kisah tragis tentang sebuah pesawat besar Rusia.

Pesawat Rusia AN-124 atau Antonov 124, mendarat di Bandara Internasional Toronto Pearson pada 27 Februari 2022 dengan membawa tes antigen cepat Covid-19. 
Pesawat milik anak perusahaan Volga-Dnepr Airlines LLC Rusia dan Grup Volga-Dnepr itu seharusnya kembali lagi tak lama setelah melakukan pengiriman.

Namun, pada hari yang sama, Kanada, -seperti banyak negara lain-  menutup wilayah udaranya untuk pesawat Rusia sebagai tanggapan atas perang Ukraina, memaksa jet kargo itu dikandangkan tanpa batas waktu.
 
Pada saat itu, seorang juru bicara kementerian transportasi mengatakan pesawat Rusia itu “tiba sebelum NOTAM diberlakukan, dan tetap berada di bandara karena akan melanggar pelanggaran.”

NOTAM adalah kependekan dari pemberitahuan kepada awak pesawat menurut Transport Canada.

Biaya parkir pesawat tersebut di Bandara Internasional Pearson sekitar 1.065 dolar AS per hari. Jika dihitung sampai dengan saat ini, jumlahnya tentu mengejutkan.

Urusan Global Kanada dalam sebuah pernyataan mengatakan,  Kanada menyita pesawat itu untuk memberikan "tekanan tambahan pada Rusia untuk menghentikan perang ilegalnya melawan Ukraina dengan menekan sistem ekonominya dan membatasi sumber daya yang memicu perang."

Otoritas Kanada mengatakan, Rusia telah menggunakan pesawat jenis AN-124 untuk transportasi militer dan untuk mendukung serangan di Ukraina, meskipun pesawat tersebut pada kenyataannya tidak terdaftar sebagai pesawat militer.

Global News
menulis, bahwa Pemerintah Kanada bisa mendistribusikan aset tersebut untuk memberikan kompensasi kepada korban pelanggaran hak asasi manusia, yaitu Ukraina.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya