Berita

Tentara Ukraina mengendarai kendaraan tempur infanteri BMP-1 di Donbass, April 2023/Net

Dunia

Sebelum Kirim Bantuan, Barat Minta Ukraina Bunuh Sebanyak Mungkin Personel Rusia

RABU, 14 JUNI 2023 | 07:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah pengakuan di balik lambatnya bantuan Barat untuk Kyiv di awal konflik dengan Rusia, diungkap Menteri Pertahanan Ukraina Aleksey Reznikov.

Dalam wawancaranya dengan majalah Foreign Policy yang terbit Selasa (13/6), Reznikov mengatakan, bahwa pada awal konflik di Ukraina, Barat meminta Kyiv bertahan tanpa bantuan militer atau membunuh sebanyak mungkin orang Rusia.

“Kami bertanya, 'dapatkah kami memiliki alat penyengat?'” kata Reznikov kepada Foreign Policy.


“Kami diberi tahu, 'Tidak, gali parit dan bunuh orang Rusia sebanyak mungkin sebelum semuanya berakhir'. Orang mengira kami tidak mungkin menang," katanya.

Para pemimpin NATO berjanji untuk mendukung upaya perang Ukraina selama diperlukan. Tetapi sebelumnya, kuantitas dan kualitas senjata yang bersedia dikirim Barat ke Kyiv tidak jelas pada hari-hari dan minggu-minggu setelah pasukan Rusia memasuki negara itu.

Namun saat ini, kata Reznikov, Ukraina telah diberi Bradleys, Strykers, Abrams, Leopards, dan akan segera dilengkapi dengan jet tempur F-16 buatan Amerika.

Dia juga menegaskan bahwa Rusia tidak akan mempertahankan tanahnya dengan senjata nuklir, menyebut ancaman yang dikeluarkan Moskow sebagai gertakan semata.

Gedung Putih menyatakan bahwa pengiriman senjata Amerika ke Ukraina – bernilai lebih dari $40,4 miliar hingga saat ini – dimaksudkan untuk membantu Kyiv mencetak sebanyak mungkin keberhasilan di medan perang sebelum konflik akhirnya diselesaikan di meja perundingan.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Dubes Najib: Dunia Masuki Era Realisme, Indonesia Harus Bersatu

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:10

Purbaya Jamin Tak Intervensi Data BPS

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:06

Polisi Bantah Dugaan Rekayasa BAP di Polsek Cilandak

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:58

Omongan dan Tindakan Jokowi Sering Tak Konsisten

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:43

Izin Operasional SMA Siger Lampung Ditolak, Siswa Diminta Pindah Sekolah

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:23

Emas Antam Naik Lagi, Nyaris Rp3 Jutaan per Gram

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:14

Prabowo Janji Keluar dari Board of Peace Jika Terjadi Hal Ini

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:50

MUI Melunak terkait Board of Peace

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:44

Gibran hingga Rano Karno Raih Anugerah Indoposco

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:30

Demokrasi di Tengah Perang Dingin Elite

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:15

Selengkapnya