Berita

Bendera Kanada/Net

Suara Mahasiswa

Triple Planetary Crisis: Gawatnya Masalah Lingkungan di Kanada

OLEH: HALDA NURIYYA AZZARA*
SELASA, 13 JUNI 2023 | 12:09 WIB

ISU lingkungan di era ini menjadi salah satu permasalahan yang menarik banyak perhatian. Tidak hanya menjadi masalah yang perlu ditangani oleh satu atau dua kelompok, namun permasalahan lingkungan merupakan isu yang menjadi fokus bagi seluruh dunia.

Berbagai macam kampanye menyerukan pemeliharaan dan perlindungan lingkungan sudah banyak digaungkan oleh pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi internasional, ataupun lembaga swadaya masyarakat.

Hal ini menunjukkan bahwa isu permasalahan lingkungan masalah serius dan berdampak besar bagi banyak orang.


Dalam dunia hubungan internasional, isu lingkungan sendiri bukan merupakan sesuatu yang jarang muncul di ruang diskusi karena permasalahan ini juga turut memberikan pengaruh kepada sektor lainnya seperti sosial, ekonomi, dan juga politik. Terutama kini semakin maraknya diskusi-diskusi yang membicarakan isu lingkungan seperti krisis perubahan iklim.

Untuk menunjukkan komitmen negara-negara di dunia dalam menangani isu ini dengan serius, terdapat beberapa konvensi atau perjanjian internasional dan dibentuknya lembaga internasional untuk melaksanakan upaya-upaya penanganan permasalahan lingkungan.

Salah satu perjanjian internasional adalah Paris Agreement, sebuah perjanjian mencakup komitmen negara-negara untuk mengurangi gas emisi dan menangani dampak dari perubahan iklim.

Menurut perjanjian ini, perubahan iklim adalah masalah global yang membutuhkan kerja sama internasional guna mendapatkan solusi dari berbagai level. Negara-negara yang tergabung ke dalam perjanjian ini harus menyerahkan laporan terkait perencanaan penanganan perubahan iklim setiap lima tahun.

Selain adanya perubahan iklim, terdapat berbagai ancaman lain dari masalah lingkungan, seperti polusi, kehilangan habitat, dan over-exploitation.

Ancaman-ancaman yang ada akibat dari permasalahan lingkungan turut memberikan pengaruh kepada aspek-aspek kehidupan. Maka dari itu, sudah sepatutnya level internasional menaruh perhatian pada masalah ini.

United Nations Climate Change atau UNCC menyebutkan tiga isu lingkungan utama yang dihadapi saat ini. Ketiga isu ini disebut dengan istilah “triple planetary crisis”, merujuk kepada isu perubahan iklim, polusi, dan biodiversity loss yang setiap isunya memiliki penyebab serta dampaknya masing-masing dan setiap isu harus ditangani demi masa depan planet.

Biodiversity loss sebagai salah satu isu utama dari triple planetary crisis juga diakibatkan oleh adanya perubahan iklim dan tingginya tingkat polusi.

Biodiversity atau keanekaragaman hayati mencakup berbagai makhluk hidup yang tentunya mendukung kelangsungan hidup manusia. Hilangnya keanekaragaman hayati dapat menimbulkan dampak kepada berkurangnya sumber makanan serta ketidakstabilan sistem agrikultur.

Berbicara mengenai peran negara untuk menangani permasalahan lingkungan, Kanada menjadi salah satu negara yang menghadapi triple planetary crisis. Sebagai negara maju yang terletak di kawasan Amerika Utara, Kanada memiliki keanekaragaman hayati dan hasil alam yang cukup kaya.

Namun, Kanada juga dihadapi oleh permasalahan yang serius terkait dengan isu perubahan iklim. Isu ini juga menjadi masalah yang disadari oleh pemerintah negara tersebut.

Hal ini ditunjukkan oleh Kanada yang meratifikasi Paris Agreement. Dengan meratifikasi perjanjian tersebut, Kanada diharuskan berkomitmen mengurangi tingkat gas emisi sebagai upaya dalam menangani masalah perubahan iklim.

Sementara itu, terdapat satu fakta terkait keterlibatan Kanada dalam Paris Agreement. Sebelumnya, Kanada merupakan negara yang tergabung ke dalam Protokol Kyoto yang juga memiliki fokus dalam mengurangi gas emisi. Namun, setelah meratifikasi Paris Agreement, Kanada memutuskan untuk keluar dari Protokol Kyoto.

Salah satu penyebabnya adalah kebijakan dalam Paris Agreement dianggap lebih efektif dan memiliki regulasi yang bersifat bottom-up di mana negara diperbolehkan untuk memasang target penurunan gas emisinya sendiri, berbeda dengan Protokol Kyoto yang memiliki kebijakan sebaliknya.

Kanada menjadi negara yang menunjukkan usaha besar dalam menangani isu lingkungan. Project Green menjadi salah satu program sebagai upaya Kanada untuk menangani isu perubahan iklim pada masa pemerintahan Paul Martin.

Pada akhir tahun 2016, Kanada juga mengeluarkan sebuah kerangka kerja yang disebut Pan-Canadian Framework on Clean Growth and Climate Change yang melibatkan kerja sama antar provinsi atau teritori untuk menangani isu perubahan iklim dengan adanya upaya seperti carbon pricing, penggunaan bahan bakar rendah emisi dan pemberhentian penggunaan batu bara, serta inovasi dalam teknologi yang bersih.

Sayangnya, meskipun Kanada berupaya besar dalam menangani isu perubahan iklim, negara tersebut masih dihadapi oleh ancaman lingkungan lainnya terkait dengan biodiversity loss yang juga turut disebabkan oleh adanya perubahan iklim.

Selain itu, habitat loss juga menjadi ancaman utama sehingga beresiko besar kepada keberlangsungan hidup berbagai spesies di Kanada. Menurut data dari Committee on the Status of Endangered Wildlife in Canada, pada akhir tahun 2018 tercatat terdapat 820 spesies berada dalam risiko.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Catherine Woo-Durand melalui artikel dengan judul “Increasing importance of climate change and other threats to at-risk species in Canada”, dari tahun 2015 hingga 2018 menunjukkan jumlah spesies yang terancam atas masalah lingkungan semakin meningkat.

Data tersebut menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun masalah lingkungan di Kanada semakin mengkhawatirkan.

Di pertengahan tahun 2023, baru-baru ini juga Kanada dihadapi oleh kebakaran hutan yang cukup parah sehingga membuat ribuan orang harus dievakuasi.

Asap dari kebakaran hutan ini turut menyelimuti langit Amerika Serikat. Dampak dari kebakaran hutan juga dapat semakin memperparah krisis iklim dan mengarah kepada biodiversity loss.

Masalah yang terjadi di Kanada merupakan sebagian contoh dari berbagai masalah lingkungan yang mampu memberikan ancaman besar kepada seluruh negara di dunia.

Dari permasalahan yang terjadi hingga kini, triple planetary crisis menjadi ancaman bagi Kanada mulai dari perubahan iklim serta adanya biodiversity loss, termasuk kebakaran besar yang terjadi di hutan Kanada.

Kanada perlu secara aktif menangani permasalahan tersebut. Tidak hanya dari level pemerintah, namun masyarakat setempat juga perlu bersama-sama berusaha untuk menjaga lingkungan sehingga dapat mendukung program-program yang ditujukan untuk melindungi lingkungan.

Kontribusi Kanada di level internasional terkait isu perubahan iklim juga perlu disertai komitmen guna tercapai tujuan yang telah disepakati.

Selain itu, upaya mitigasi juga perlu dipersiapkan dengan baik agar tantangan lingkungan di masa depan dapat diatasi dengan baik dan mampu mengurangi risiko yang mungkin terjadi.

*Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya