Berita

Pemanggilan Prabowo Subianto ke Istana oleh Presiden Jokowi lebih berupa upaya memantapkan strategi menghadapi Pilpres 2024/Ist

Politik

Jokowi Bawa Drama ke Istana, Berdalih Panggil Prabowo Padahal Rapikan Barisan

JUMAT, 09 JUNI 2023 | 02:19 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Isu penolakan Proposal Perdamaian Ukraina-Rusia yang diajukan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dimanfaatkan oleh Presiden Joko Widodo untuk memantapkan strategi politik jelang Pilpres 2024.

Begitu analisis pengamat politik Citra Institute, Efriza, menanggapi pemanggilan Menhan Prabowo Subianto oleh Jokowi sebagai buntut dari penolakan proposal itu oleh Ukraina.

"Jadi Jokowi lebih ingin membawa drama dalam istana," ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (8/6).


Menurutnya, rencana Jokowi memanggil Prabowo ke Istana bukan karena membuat kebijakan sendiri, dan tanpa diketahui dia.

Tetapi, dosen Ilmu Pemerintahan ini menilai Jokowi tak mau kehilangan peluang mencalonkan Prabowo pada Pilpres 2024.

Efriza melihat, momentum kegagalan Prabowo mendamaikan Ukraina dan Rusia bisa menjadi kelemahan, dan malah memperkuat lawan politiknya yaitu capres PDIP, Ganjar Pranowo.

"Cara itu dianggap strategi terbaik, menghentikan kekecewaan PDIP, yang juga akan membuat publik memberikan persepsi negatif kepada pemerintah," tuturnya.

Lebih lanjut, Efriza menduga Jokowi juga tengah memperkuat barisan pendukungnya untuk memenangkan Prabowo, dan melawan PDIP.

Sehingga, di mata publik, mantan Walikota Solo itu menunjukkan sikap seolah kecewa dengan Ketua Umum Partai Gerindra itu. Padahal di balik fakta permukaan ada maksud yang lain.

"Jokowi merapikan barisan menteri-menterinya kembali," demikian Efriza. 

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya