Berita

Warga di Desa Sukorejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang saat mengantre air bersih yang dibeli secara berkala/RMOLJateng

Nusantara

Harus Rutin Beli Air Bersih, Warga 3 Dusun di Kabupaten Semarang Berharap Pemda Bangun Pipa PDAM

SELASA, 06 JUNI 2023 | 05:41 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kekurangan air bersih menjadi masalah rutin yang dihadapi warga di 3 Dusun di Desa Sukorejo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, setiap tahun. Yakni Dusun Dumbo, Dusun Kirang, dan Dusun Glagah Omboh.

Seorang anggota Koramil 08 Suruh, Kodim 0714 Salatiga sekaligus Babinsa yang membawahi wilayah Desa Sukorejo, Sertu Kundori menuturkan, warga kerap membeli air bersih secara berkala.

Meskipun pembelian tersebut masih belum bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.


"Yang pasti memang tidak ada mata air di tiga Dusun itu. Satu-satunya jalan warga mengambil air di sebuah mata air di desa tetangga yakni Bolomerto dengan jarak kurang lebih 2 kilometer," terang Kundori, dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Senin (5/6).

Sementara, Sekretaris Desa Sukorejo, Tri Wahono menambahkan, upaya untuk pengadaan air bersih bagi tiga Dusun telah dilakukan berbagai cara.

"Kami telah mencari titik air untuk pengadaan air bersih bagi warga di tiga Dusun ini. Bahkan, upaya lain juga telah dilakukan termasuk pembelian air bersih," kata Tri Wahono saat dikonfirmasi wartawan, Senin (5/6).

Pihaknya mengaku prihatin dengan kondisi di tiga Dusun tersebut. Sebagai contoh di Dusun Dumbo, dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) mencapai kurang lebih 120-an jiwa, harus rela merogoh kocek sendiri guna membeli air bersih menggunakan mobil bak terbuka.

Tri berharap ada upaya dari Pemkab Semarang untuk pengadaan pipa PDAM dari Suruh yang berjarak kurang lebih 8 kilometer. Jaringan pipa PDAM ini telah lama didambakan warga setempat yang selalu kerepotan mendapatkan air bersih.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya