Berita

Guru Besar Ilmu Pendidikan Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung Profesor Tedi Priatna/Ist

Publika

Membangun Smart University: Tiga Kunci Strategi Kepemimpinan untuk Masa Depan Kampus Unggul

OLEH: BAYU BAMBANG NUR FAUZI*
SENIN, 05 JUNI 2023 | 14:10 WIB

UNIVERSITAS Islam memiliki peran yang tak tergantikan dalam membentuk masa depan generasi muda dan kemajuan suatu negara. Dalam era teknologi yang terus berkembang pesat, kebutuhan akan universitas yang cerdas (smart university) menjadi semakin relevan. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, kepemimpinan yang kuat dan strategis menjadi kunci utama.

Profesor Tedi Priatna, Wakil Rektor 2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menyampaikan ada tiga strategi kepemimpinan yang penting untuk membangun smart university.

Pertama, strategi kepemimpinan partisipasi aktif. Melalui pendekatan ini, semua unsur pimpinan dan pegawai universitas diharapkan dapat bergerak sesuai dengan tupoksi dan potensinya. Dengan bekerjasama membangun ide dan gagasan serta merealisasikannya bersama, universitas dapat melaksanakan inovasi karya akademik dan penyelenggaraan layanan pendidikan secara lebih efektif.


Ini bukan sekadar seremonial formalitas, tetapi lebih merupakan bagian dari budaya universitas yang baru, di mana inovasi, kreativitas, dan kerja tim menjadi landasan utama. Dampak positif dari pendekatan ini dapat dirasakan oleh semua civitas akademika dan stakeholder.

Kedua, strategi kepemimpinan kolektif kolegial. Keberhasilan dalam mengambil keputusan strategis memerlukan komitmen bersama dari seluruh anggota universitas. Untuk mencapai hal ini, diperlukan kenyamanan, kebersamaan, sikap terbuka, saling menghargai, dan komunikasi yang baik antara semua pihak terkait.

Dengan membangun kerangka kerja kolektif kolegial yang kuat, universitas dapat mengambil keputusan dengan lebih baik dan menghadapi tantangan masa depan secara efektif.

Ketiga, membangun mental kerja keras, kerja tuntas, dan kerja ikhlas.

Ketiga hal ini menjadi ruh dan spirit dasar dalam menjalankan amanah yang diemban. Keterlibatan universitas sebagai Perguruan Tinggi Islam juga mendorong pentingnya memadukan kerja keras, kerja tuntas, dan kerja ikhlas sebagai bagian dari spiritualitas dalam mewujudkan kampus Islami yang berlandaskan wahyu sebagai panduan ilmu.

Keberadaan mentalitas ini sangat penting dan mendesak dalam menghadapi tantangan masa depan, sehingga universitas dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Dengan menerapkan ketiga strategi kepemimpinan di atas, Profesor Tedi Priatna yakin dapat menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) yang kuat bagi civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam mewujudkan kampus unggul, kompetitif, dan memiliki reputasi internasional.

Pengalaman dan dedikasi Profesor Tedi Priatna di dunia pendidikan selama beberapa periode kepemimpinan sebelumnya, termasuk sebagai Wakil Rektor II Bidang AUPK (Periode 2019-2023), Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (Periode 2015-2019), Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (Periode 2011-2015), dan Sekretaris Jurusan PAI pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (Periode 2007-2011), memberikan dasar kuat bagi visi dan pemikiran Profesor Tedi Priatna mengenai pentingnya kepemimpinan yang efektif dalam konteks universitas modern.

Dalam menjalankan peran kepemimpinannya, Profesor Tedi Priatna telah membuktikan dedikasinya untuk mengembangkan universitas menjadi pusat pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan tuntutan zaman. Visinya tentang smart university menjadi pendorong utama dalam membangun fondasi yang kokoh bagi masa depan generasi muda.

Dalam konteks globalisasi dan persaingan global yang semakin ketat, keberadaan smart university menjadi kunci untuk mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja yang kompleks. Strategi kepemimpinan partisipasi aktif, kepemimpinan kolektif kolegial, dan membangun mental kerja keras, kerja tuntas, dan kerja ikhlas merupakan landasan yang kuat untuk mencapai tujuan tersebut.

Melalui kepemimpinan yang visioner, kolaboratif, dan inspiratif, Profesor Tedi Priatna berkomitmen untuk membawa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menuju prestasi yang gemilang.

Dengan menggabungkan kecerdasan intelektual dan spiritualitas Islam, universitas ini diharapkan dapat mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi, memiliki integritas moral, serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan umat.

Dalam era digital dan revolusi industri 4.0, smart university bukan hanya sekedar mengadopsi teknologi, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai keilmuan yang mendalam, inovasi berkelanjutan, serta pelayanan pendidikan yang efisien dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa.

Dalam hal ini, kepemimpinan yang kuat dan strategis seperti yang ditawarkan oleh Profesor Tedi Priatna menjadi pondasi yang vital dalam membangun smart university yang berkelas dunia.

Penulis adalah Akademisi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya