Berita

Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya/RMOL

Politik

Ikut Lahirkan Jokowi, Nasdem: PDIP Kacang Lupa Kulit

JUMAT, 02 JUNI 2023 | 23:18 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Partai Nasdem setia mengusung Jokowi Widodo yang merupakan kader PDI Perjuangan sebagai Capres sejak Pilpres 2014. Namun saat ini PDIP ibarat kacang lupa pada kulit.

Pernyataan itu diungkapkan Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, membalas pernyataan Kepala Badiklatda PDIP DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak, yang menyebut Nasdem bermuka dua.

Sindiran Gilbert itu muncul, karena partai besutan Surya Paloh mencapreskan Anies Baswedan, padahal masih ada di dalam Pemerintahan Jokowi.


"Maksudnya apa? Apa yang bermuka dua? PDIP kacang lupa kulitnya, yang menjadi modal Jokowi di periode pertama (Jokowi-JK) dan periode kedua (Jokowi-Maruf Amin) itu PDIP dan Nasdem, Nasdem dan PDIP," tegas Willy di kantor DPP NasDem, Jakarta, Jumat (2/6).

"Jokowi lahir dari gedung ini, Jokowi anak dari Nasdem. Ibunya PDIP, bapaknya Nasdem," sambung anggota Tim Delapan Koalisi Perubahan untuk Persatuan itu.

Bagi Nasdem, mendukung Pemerintahan Jokowi sampai habis masa periode adalah tugas konstitusional sejak awal. Willy meminta PDIP tidak memprovokasi karena perbedaan sikap politik.

"PDIP bersikap dewasalah, jangan provokasi seperti ini," tutup Willy.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya