Berita

Roket Chollima-1 baru yang diluncurkan di Cholsan County, Korea Utara, pada 31 Mei 2023/Net

Dunia

Diduga Terlibat Peluncuran Roket Satelit, Kelompok Peretas Korut Disanksi Korsel

JUMAT, 02 JUNI 2023 | 16:32 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Korea Selatan mengumumkan sanksi baru kepada kelompok peretas Korea Utara, Kimsuky, setelah peluncuran roket Pyongyang yang gagal pada awal pekan ini.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengumumkan sanksi sepihak itu pada Jumat (2/6), dengan menyebut bahwa kelompok itu diduga terlibat dalam upaya pengembangan teknologi mutakhir satelit itu dengan cara ilegal.

"Kelompok peretas Korea Utara termasuk Kimsuky, secara langsung atau tidak langsung, terlibat dalam apa yang disebut pengembangan satelit Korea Utara dengan cara mencuri teknologi mutakhir pada pengembangan senjata, satelit, dan ruang angkasa," ujar kementerian itu.


Menurut Kementerian, dalam keterlibatannya itu kelompok peretas tersebut berusaha mengumpulkan informasi intelijen dari individu dan institusi di bidang diplomasi, keamanan dan pertahanan negara dengan kampanye spearphising untuk memberikan informasi itu ke rezim Korut.

Seperti dimuat Reuters, sanksi terbaru yang dijatuhkan kali ini secara langsung telah menunjukkan keinginan Seoul untuk membuat Korea Utara membayar provokasinya, yang sempat memicu kekhawatiran masyarakat.

Pyongyang baru-baru ini gagal meluncurkan roket Chollima-1 yang membawa satelit militer Malligyong-1 ke orbit luar angkasa, yang menyebabkan roketnya jatuh di perairan barat Korea Selatan dan membuat panik.

AS, Korea Selatan, dan Jepang mengatakan setiap peluncuran oleh Pyongyang yang menggunakan teknologi rudal balistik melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB, yang telah dikecam oleh ketiga negara itu.

Namun, Korea Utara sendiri menolak kecaman tersebut dengan mengatakan pihaknya memiliki hak berdaulat untuk pengembangan ruang angkasa dan berjanji untuk segera menempatkan satelit mata-mata ke orbit.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Ijazah Gibran cuma Berdasarkan Surat Keterangan Penyetaraan

Kamis, 24 September 2026 | 04:29

Marselino Ferdinan Resmi Gabung Persija

Kamis, 24 September 2026 | 04:13

Pemerintah Utamakan Pembinaan Bukan Tindakan Hukum soal Wajib Halal

Kamis, 24 September 2026 | 04:00

Muktamar NU Tercoreng Dugaan Duit RP480 Miliar

Kamis, 24 September 2026 | 03:38

Rano Karno Bidik Jakarta Jadi Kota Sinema

Kamis, 24 September 2026 | 03:28

Industri Percetakan Jadi Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 03:12

Ternyata KPU Tak Verifikasi Ijazah Gibran

Kamis, 24 September 2026 | 02:54

Kevin Diks Resmi Kapten Timnas Garuda

Kamis, 24 September 2026 | 02:31

Peran Negara terhadap Transformasi Teknologi Digital dan Amputasi Data

Kamis, 24 September 2026 | 02:14

Indonesia Tambah Lima Perunggu di Asian Games 2026

Kamis, 24 September 2026 | 01:31

Selengkapnya