Berita

Seorang anggota Cartel Del Golfo (CDG) di Tamaulipas, Meksiko membawa senjata anti-tank buatan AS, seperti yang ditayangkan di saluran TV Meksiko Milenio, 30 Mei 2023/Net

Global

Sebagian Senjata Kiriman AS untuk Ukraina Jatuh ke Tangan Kartel Meksiko

KAMIS, 01 JUNI 2023 | 08:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebagian senjata bantuan Amerika Serikat untuk Ukraina dilaporkan telah jatuh ke tangan kartel di Meksiko.

Laporan itu menyusul beredarnya video seorang militan yang mengenakan lambang Kartel Teluk Meksiko yang terkenal (Cartel Del Golfo, CDG) difilmkan di negara bagian Tamaulipas. Ia membawa peluncur rudal anti-tank buatan AS yang diidentifikasi oleh televisi Meksiko sebagai Javelin, yang ribuan di antaranya dikirim ke Ukraina oleh Pentagon.

Menurut Kantor Berita RT, Rabu (31/5), rekaman yang difilmkan di Matamoros pada Senin (29/5) itu ditayangkan pada Selasa malam (30/5) oleh saluran berita Milenio TV menunjukkan seorang pria dengan lambang CDG bersenjatakan senapan Kalashnikov dan rudal yang mereka katakan adalah FGM-148 buatan Raytheon.


Lebih dari 10.000 Javelin dari persediaan Pentagon telah dikirim ke Ukraina sejak Februari lalu, ke titik di mana militer AS mulai kehabisan rudal itu sendiri.

Presenter Milenio Azucena Uresti mencatat di Twitter bahwa perkiraan nilai peluncur Javelin di pasar gelap berkisar antara 20.000 hingga 60.000 dolar AS, sedangkan biaya rata-rata sebuah misil adalah sekitar 30.000 dolar AS.

Pakar militer percaya bahwa senjata dalam rekaman Milenio sebenarnya adalah AT-4, peluncur anti-tank sekali pakai buatan Swedia, yang juga digunakan oleh militer AS dan juga dipasok ke Ukraina dalam jumlah ribuan.

Rusia telah berulang kali memperingatkan AS dan sekutunya untuk tidak mengisi Ukraina dengan senjata dan amunisi, karena hal ini berisiko memicu konfrontasi langsung dan karena kontrol yang tidak ada akan mengakibatkan senjata berakhir di dunia kriminal.

Investigasi RT pada Juli 2022 menemukan berbagai senjata yang dipasok Barat, termasuk roket anti-tank, untuk dijual di pasar gelap. Beberapa bulan kemudian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova memperingatkan bahwa senjata Barat senilai 1 miliar dolar AS per bulan berakhir di tangan teroris, ekstremis, dan kelompok kriminal di Timur Tengah, Afrika Tengah, dan Asia Tenggara.

Namun Kyiv membantah, mengecam ini sebagai propaganda.

Bulan lalu, jurnalis investigasi veteran Seymour Hersh mengatakan Barat sebenarnya sadar senjatanya berakhir di pasar gelap, tetapi sebagian besar pemerintah tidak peduli karena bagi mereka mempersenjatai Ukraina dianggap lebih penting.

Kartel Teluk berbasis di negara bagian Meksiko Tamaulipas, khususnya di kota perbatasan Matamoros, tepat di seberang Rio Grande dari Brownsville, Texas, sejak 1930-an.

Kartel itu menjadi terkenal di akhir 1990-an sejak memisahkan milisi terkenal bernama Los Zetas. Kartel ini menyelundupkan narkoba, juga melakukan pemerasan, penculikan, pencucian uang, dan perdagangan orang, budak seks, dan senjata.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya