Berita

Foto diambil pada April 2019 ini, seekor paus beluga yang ditemukan di Arktik Norwegia sedang diberi makan/Net

Dunia

Paus Mata-mata Rusia Kembali Terlihat di Perairan Swedia

RABU, 31 MEI 2023 | 06:44 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Seekor paus jenis beluga yang dililit tali kekang buatan Rusia di lehernya, terlihat kembali memunculkan diri di lepas pantai Swedia, setelah pertama kali ditemukan empat tahun lalu di Arktik Norwegia.

Kabar itu diungkap oleh Direktorat Perikanan Norwegia, Olav Lekve, dalam sebuah pernyataan pada Selasa (30/5).

Menurut keterangan Lekve, paus yang diduga hewan mata-mata Rusia itu terpantau berenang lebih cepat dalam beberapa minggu terakhir.


"Beluga nampak bergerak lebih cepat di lepas pantai Swedia hampir 2.000 kilometer ke selatan," jelasnya, seperti dimuat Alarabiya.

Hingga kini, belum ada respon apa pun dari pemerintah Swedia terkait kehadiran paus beluga berkalung perangkat mata-mata Rusia tersebut.

Paus Beluga merupakan hewan yang dilindungi, maka Norwegia tidak bisa menangkap paus tersebut meskipun mendapat tekanan dari pihak lain.

Pengamat paus di Norwegia menjulukinya paus mata-mata Rusia sebagai "Hvaldimir" sebuah gabungan kata dari kata "Hval" dalam bahasa Norwegia yang berarti paus dan nama "Dmir" berasal dari nama depan Presiden Rusia, Vladimir.

Ketika paus itu pertama kali muncul di Kutub Utara Norwegia, ahli biologi kelautan dari Direktorat Perikanan Norwegia melepas tali kekang buatan manusia yang terpasang. Kalung itu memiliki bentuk dudukan yang pas untuk sebuah kamera dan "Peralatan St. Petersburg" tercetak di jepitan plastik pada tali kekang tersebut.

Norwegia mengatakan Hvaldimir itu mungkin telah lolos dari kandang, dan mungkin telah dilatih oleh angkatan laut Rusia karena tampaknya terbiasa dengan manusia.

Paus Beluga, yang dapat mencapai ukuran enam meter (20 kaki) dan hidup antara usia 40 dan 60 tahun, umumnya menghuni perairan es di sekitar Greenland, Norwegia utara, dan Rusia.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya