Berita

Penggagas Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M. Massardi/RMOL

Politik

Sebelum Jadi Produk Hukum, Jokowi Disarankan Intervensi MK soal Isu Pemilu Tertutup

SELASA, 30 MEI 2023 | 12:04 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Jika Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan mengubah sistem proporsional terbuka menjadi tertutup, maka proses dan tahapan Pemilu yang saat ini sudah setengah jalan akan terganggu.

Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo disarankan oleh Penggagas Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M. Massardi, untuk mengintervensi MK dengan melakukan konfirmasi atas kabar yang beredar tersebut.

"Saya tahu presiden tidak boleh mengintervensi masalah hukum, tetapi kalau belum jadi produk hukum presiden wajib menjaga itu. Karena dampak politik dari produk hukum itu tanggung jawabnya di presiden," kata Adhie saat menjadi narasumber Kanal YouTube Refly Harun, seperti dikutip Redaksi, Selasa (29/5).


Bocoran informasi putusan MK ini digaungkan pertama kali oleh mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham), Denny Indrayana.

Adhie menilai, kalau kabar yang disampaikan Denny tersebut benar maka diprediksi akan terjadi kekacauan politik.

Oleh sebab itu presiden harus mengambil sikap sebelum putusan soal sistem Pemilu diketok hakim. Jika sudah diputuskan, maka hal tersebut bersifat final dan wajib dilaksanakan.

"Ini akan menimbulkan malapetaka politik. Apalagi penafsirannya setelah diubah, sistem pemilu dari terbuka menjadi tertutup akan menimbulkan penundaan Pemilu. Kalau Pemilu ditunda kan rakyat mikir, (Presiden) mau diperpanjang. 'Tolong jangan dong', harusnya kan begitu," tandas Jurubicara Presiden Gus Dur itu.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya