Berita

KPU memperlihatkan surat suara untuk Pemilu 2024 saat RDP dengan Komisi II DPR RI/RMOL

Politik

KPU Pamer Surat Pemilu saat RDP, Mardani Ali Sera: Desainnya Proporsional Terbuka kan?

SENIN, 29 MEI 2023 | 20:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Desain kertas suara untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 dipamerkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (29/5).

Anggota KPU, Yulianto Sudrajad menjelaskan, desain kertas suara yang akan digunakan pada Pileg 2024 sama seperti 2019, hanya saja jumlah parpolnya yang bertambah dari 16 menjadi 18.

“Untuk contoh surat suara DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota ada18 parpol dengan bentuk seperti ini,” ujar Yulianto sembari menunjukkan dalam slide.


Dalam desain surat suara itu, KPU masih meletakan lambang dan nomor urut parpol pada bagian tengah kolom, dan di bawahnya dijejerkan nama caleg.

“Ukuran (kertas suara Pileg) 51x82 cm. Jumlah parpol 18 dengan maksimal 10 calon anggota DPR RI,” sambung Drajad.

Setelah itu, mantan Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah ini menunjukan secara langsung desain kertas suara kepada Anggota Komisi II DPR RI yang mengikuti RDP.

Dalam desain kertas suara itu, nampak 18 parpol peserta Pemilu 2024 dijejerkan. Mulai bagian atas sebelah kiri, terlihat parpol nomor urut 1, dan terus ke bagian kanan ada parpol nomor urut 2, 3, dan 4.

Begitu seterusnya pada baris kedua hingga kelima, diurutkan dari sebelah kiri ke kanan sesuai nomor urutnya.

Setelah melihat langsung contoh kertas suara yang dicetak KPU, Anggota Komisi II DPR RI memberikan komentar.

Menariknya, Anggota Komisi II Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, menyinggung soal kesesuaian desain kertas suara dengan model sistem Pileg yang digunakan.

“Pertanyaan Mas (Drajad), Desain surat suara kita ini tegas proporsional terbuka ya?” tanya Mardani.?? Sontak, Drajad menganggukan kepala, seraya tertawa bersama pimpinan KPU RI dan juga Anggota Komisi II DPR yang hadir akibat pertanyaan Mardani itu.

Namun, Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyambar pernyataan Mardani dengan kelakar berbau politik.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menyinggung soal isu yang tengah ramai saat ini. Yaitu, soal bocornya Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap uji materiil norma sistem Pileg dalam UU Pemilu.

Isu itu ramai diperbincangkan publik setelah Pakar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana, menyebut MK telah memutuskan sistem Pileg berubah dari terbuka menjadi tertutup.

“Coba Bu Reiska (staf DPR), pernyataan ini (yang disampaikan Mardani) dikirim ke Denny Indrayana,” demikian Doli menyinggung sembari tertawa.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Pendemo Atribut Serba Hitam Desak Teror Ketua BEM UGM Diusut

Jumat, 27 Februari 2026 | 20:14

BNI Siapkan Uang Tunai Rp23,97 Triliun Sambut Lebaran 2026

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:39

Polwan Berkalung Serban Putih Kawal Demo Mahasiswa

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:31

KPK: Mobil Operasional Pejabat Bea Cukai jadi Brankas Berjalan Uang Suap

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:18

Muncul Aksi Tandingan BEM UI di Mabes Polri

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:13

Jangan Hanya Kecam Israel, OKI Harus Berani Putuskan Sikap Kolektif

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:09

Angka Prima Palindromik

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:06

Seskab Bantah MBG Kurangi Anggaran Pendidikan

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:05

Pengaturan Ambang Batas Fraksi Lebih Tepat Ketimbang Naikkan PT

Jumat, 27 Februari 2026 | 18:42

Sentil Tim Ekonomi Prabowo, Pakar: Mereka bukan Negosiator

Jumat, 27 Februari 2026 | 18:23

Selengkapnya