Berita

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memeriksa Administrasi Pengembangan Dirgantara Nasional Korea Utara setelah uji sistem satelit, di Pyongyang, Korea Utara/Net

Dunia

Korea Utara Beri Tahu Jepang Soal Tanggal Peluncuran Satelit Militer Pertamanya

SENIN, 29 MEI 2023 | 12:48 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Jepang menjadi negara pertama yang mengetahui kapan Korea Utara akan benar-benar meluncurkan satelit militer pertama mereka ke ruang angkasa.

Seorang pejabat penjaga pantai Jepang pada Senin (29/5) mengungkap bahwa pihaknya telah diberitahu oleh Korea Utara tentang rencana peluncuran tersebut.

"Korea Utara telah memberi tahu Jepang tentang rencana peluncuran satelit yang akan berlangsung antara 31 Mei hingga 11 Juni," ujarnya, mengonfirmasi laporan media NHK dan media Jepang lainnya yang telah menerbitkan kabar tersebut.


Merespons laporan itu, Kantor Perdana Menteri Jepang mendesak Korea Utara untuk membatalkan peluncuran, jika tidak mereka akan bekerja sama dengan sekutu Barat.

"Kami sangat mendesak Korea Utara untuk menahan diri dari peluncuran. Atau kami akan bekerja sama dengan negara-negara terkait seperti Amerika Serikat dan Korea Selatan," tegas penyataan tersebut.

Selain itu, pemerintah Jepang juga akan melakukan segala hal untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi terkait peluncuran satelit Pyongyang dengan detail.

Menurut KCNA, Korea Utara telah menyelesaikan proyek satelit intelijen pertamanya. Di mana Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un secara langsung memeriksa fasilitas satelit tersebut sepanjang bulan ini.

Analis menilai peluncuran satelit militer Pyongyang merupakan bagian dari upaya mereka memajukan teknologi pengawasan dan mengantisipasi serangan musuh di masa depan.

Selain itu, dalam beberapa bulan terakhir Korea Utara juga telah melakukan serangkaian uji coba rudal dan senjata, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat yang baru.

Penguatan pertahanan Korea Utara ditujukan untuk melawan konfrontasi berbahaya yang semakin menjadi-jadi antara Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat.

Baru-baru ini Korea Utara menuduh ketiga negara itu sengaja berbagi data real-time tentang peluncuran rudal Pyongyang, yang disinyalir memiliki tujuan jahat di baliknya.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

UPDATE

Polri Evaluasi Penggunaan Senpi Buntut Kasus Iptu N di Makassar

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:58

Luhut Usul Pembentukan Satgas Khusus Imbas Konflik Israel-Iran

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:39

Selebgram Klaim Dijadikan Tersangka dan Ngadu ke Kapolri

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:10

Perang Timur Tengah Siap-siap Bikin APBN Babak Belur

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:55

Warga Temukan Bayi Mungil Ditemani Sepucuk Surat di Gerobak Nasi Uduk

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:31

Iran Pertegas Kembali Fatwa Haramkan Senjata Nuklir

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:08

Berikut Jadwal One Way hingga Contra Flow di Tol Trans Jawa saat Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:45

Luhut: Spirit Rakyat Iran Tidak Pernah Goyang

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:21

Rapimnas IKA-PMII, Bedah Dampak Gejolak Timteng Terhadap Ekonomi RI

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:05

50 Lansia Dhuafa di Depok Terima Santunan Ramadan

Kamis, 05 Maret 2026 | 22:58

Selengkapnya