Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ada Masalah Keamanan Serius, China Larang Produk Chip Micron AS Beredar

SELASA, 23 MEI 2023 | 05:52 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Penggunaan chip komputer yang diproduksi oleh raksasa semikonduktor AS, Micron, akan dilarang oleh pemerintah China setelah ditemukan adanya masalah keamanan serius.

Hasil penelitian yang dirilis Cyberspace Administration of China (CAC) menemukan bahwa produk chip dari Micron memiliki risiko keamanan signifikan yang akan berpengaruh pada infrastruktur informasi dan keamanan nasional.

"Pembuat chip memori terbesar di Amerika itu menimbulkan masalah pada keamanan jaringan yang serius," bunyi laporan CAC, seperti dimuat BBC pada Senin (22/5).


Penemuan itu mendorong pemerintah menjauhkan produk Micron dari seluruh proyek infrastruktur ekonomi China.

Keputusan itu merupakan langkah besar pertama China melawan pembuat chip AS, di tengah ketegangan dua negara.

Sebagai tanggapan, pemerintah AS mengatakan akan bekerja dengan sekutu untuk mengatasi apa yang disebutnya "distorsi pasar chip memori yang disebabkan oleh tindakan China".

"Kami dengan tegas menentang pembatasan yang sebenarnya tidak berdasar," kata juru bicara Departemen Perdagangan AS.

Jubir menyebut apa yang dilakukan China pada chip AS tidak sejalan dengan komitmen mereka untuk menerapkan ekonomi terbuka.

Pengumuman CAC datang sehari setelah KTT G7 di Jepang mengeluarkan pernyataan bersama yang mengkritik China termasuk kebijakan pemaksaan ekonomi.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya