Berita

Pertemuan Prabowo Subianto dengan Gibran Rakabuming Raka di Solo/Ist

Publika

Dukung Prabowo, Jokowi Pressure Megawati?

OLEH: TONY ROSYID
SENIN, 22 MEI 2023 | 08:21 WIB

GIBRAN Rakabuming Raka, putra sulung Joko Widodo mendukung bakal capres Prabowo. Gibran, hingga hari ini, adalah kader PDIP. Gibran menjadi Walikota Solo itu jasa dan diusung oleh  Megawati, Ketua Umum PDIP. Ketika PDIP mendeklarasikan Ganjar Pranowo, Gibran balik badan dan malah mendukung Prabowo. Ada apa gerangan?

Ini menarik untuk dibongkar. Tidakkah Jokowi adalah orang yang pertama kali, dan yang paling ngotot capreskan Ganjar Pranowo? Betul. Tetapi, setelah dideklarasikan oleh Megawati, peran Jokowi di kubu Ganjar Pranowo ditutup.

Pakta Integritas yang dibuat oleh PDIP tidak memberi ruang bagi Jokowi untuk ikut cawe-cawe soal capres dan cawapres. Jokowi harusnya netral, kata Adian Napitulu. Sepakat!


Ganjar itu kader PDIP. Tulen. Berangkat dari bawah hingga menjadi anggota DPR dan kemudian Gubernur Jateng dua periode. Ganjar hanya nurut kepada Megawati. Di sinilah peran total Megawati, pemilik otoritas partai yang mengusung Ganjar. Tak ada ruang buat Jokowi.

Apakah Jokowi lalu menyerah? Tidak! Itu bukan karakter Jokowi. Setiap muncul kemauan, Jokowi kerja sekuat tenaga untuk merealisasikannya. Tak peduli apa kata dunia.

Jokowi mulai bermanuver. Apa langkahnya? Jokowi dukung Prabowo. Seolah balik kanan. Tapi, Prabowo dan tim jangan bangga dulu. Jangan keburu lega. Ini manuver. Belum tentu sungguhan. Jokowi jago berstrategi.

Dukungan Jokowi kepada Prabowo boleh jadi hanya menjadi instrumen untuk menekan Megawati. Apa targetnya? Mega membuka diri dan Jokowi diberi ruang serta peran di tim Ganjar. Jika Megawati kemudian memberi ruang buat Jokowi, Prabowo bisa ditinggalkan. Goodbye Jenderal.

Jokowi tentu lebih sreg berada di kubu Ganjar. Satu habitat, sama-sama kader PDIP. Keuntungan lainnya, Jokowi kelak akan tetap punya peluang untuk mengambil posisi Ketum PDIP. Ini jadi impian semua kader PDIP. Termasuk Jokowi.

Megawati sadar atas ancaman ini. Dua periode mengusung Jokowi telah memberi pengalaman amat penting bagi Megawati. Faktanya memang, Megawati tidak nyaman dengan Jokowi. Penyebabnya, Jokowi lebih memilih bersinergi dengan Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) dari pada menjalankan amanah sebagai petugas partai.

Cukup! Begitu kira-kira yang ada di benak Megawati.

Megawatilah yang menolak tiga periode. Megawati pula yang menolak penundaan pemilu. Enggak ada kompromi. Alasan normatifnya: jaga konstitusi. Alasan pragmatisnya? Cukup Pak Jokowi! Megawati tampaknya sudah sangat lelah.

Namun, Jokowi tidak kehabisan akal. Jokowi punya banyak cara untuk masuk dan bernegosiasi dengan Megawati. Bahkan selalu punya cara untuk pressure Megawati. Jokowi seorang politikus cerdas.

Selain dukungan ke Prabowo oleh Gibran, kasus Johnny G Plate Menkominfo, rumornya juga menjadi bagian dari instrumen yang bisa dijadikan pressure ke Megawati. Kok bisa? Di sinilah pentingnya Jaksa Agung buka-bukaan ke mana aliran dana kasus di Menkominfo. Johnny G Plate harus buka-bukaan.

Bongkar semua. Supaya tuntas, siapa saja yang terlibat. Agar rakyat juga tahu siapa saja yang terima aliran uang. Rp8 triliun tidak mungkin dimakan Johnny G Plate sendirian.

Surya Paloh bilang: usut tuntas. Ini sinyal seperti ada banyak pihak yang ikut menikmati. Periksa semua perusahaan yang menjadi vendornya Menkominfo. Perusahaan itu milik siapa saja. Kejar! Publik bantu cek perusahaan apa saja yang jadi vendor.

Tapi, jika Megawati tidak mempan ditekan dan tetap tidak memberi ruang kepada Jokowi di timses Ganjar, maka Jokowi akan terpaksa benar-benar dukung Prabowo. Dengan siapa Prabowo dipasangkan? Kemungkinan dengan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan sejumlah perseorangan telah mengajukan Judicial Review (JR) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka menggugat pasal 169 huruf q UU Pemilu No 7 tahun 2017 tentang usia capres-cawapres.

Di pasal itu disebutkan usia minimum capres-cawapres 40 tahun. Digugat oleh pemohon untuk diubah menjadi 35 tahun. Kalau 35 tahun, maka Gibran bisa jadi cawapres Prabowo. Sebab, usia Gibran saat pendaftaran Oktober nanti tepat 36 tahun.

Bagaimana dengan Airlangga, Muhaimin Iskandar, Erick Tohir, dan Sandiaga Uno yang selama ini setia menunggu untuk dipinang jadi cawapres? Megawati tidak menerima satupun dari mereka. Dan Gibran disiapkan buat Prabowo. Keempat tokoh ini terpaksa harus terima nasib. Bagus mereka berdoa, bila perlu berjamaah doanya, agar JR PSI ditolak MK.

Dengan begitu, mereka masih punya harapan. Bersaing satu sama lain untuk mendapat posisi cawapres Prabowo. Dengan catatan: Jokowi tidak balik ke kandang banteng dan dukung Ganjar. Kalau balik? Kita perlu hibur kembali Sang Jenderal.

Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya