Berita

Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan/Net

Politik

Survei Indikator: Prabowo Unggul di Atas Ganjar, Anies Penentu jika Pilpres Dua Putaran

KAMIS, 18 MEI 2023 | 19:22 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto diyakini bakal menang, jika hajatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 digelar hari ini.

Dalam simulasi tiga nama calon presiden potensial pada survei Indikator Politik Indonesia, Prabowo unggul di atas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Hasil survei itu paparkan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi secara daring dengan tema "Peta Elektoral Pasca Deklarasi Ganjar Pranowo sebagai capres PDIP dan PPP", Kamis (18/5).


"Hasilnya, Prabowo Subianto (34,8 persen), Ganjar Pranowo (34,4 persen), dan Anies Baswedan (21,8). Serta 8,9 persen responden belum menjawab," ujar Burhanuddin.

Dengan angka tersebut, dalam analisa Burhanuddin, ANies Baswedan akan menjadi penentu seandainya Pilpres 2024 dilanjutkan dua putaran.

"Mas Anies ini suaranya masih cukup signifikan. Dia menjadi penentu. Kalau misalnya Mas Anies tidak lolos diputaran kedua, Mas Anies akan jadi penentu siapa yang unggul di putaran kedua," pungkasnya.

Survei dilakukan pada periode 30 April-5 Mei 2023, atau setelah PDIP mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai Bacapres 2024.

Survei dilakukan menggunakan metode random digit dialing (RDD) atau teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.

Sebanyak 1.200 responden yang merupakan warga dengan hak pilih, berusia 17 tahun ke atas, atau sudah menikah terlibat dalam survei.

Margin of error survei berada di 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya