Berita

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman/Net

Politik

Pertamina dan GE Beda Jawaban Soal Penyebab Molornya PLTGU Jawa-1, CERI: Sungguh Aneh

SENIN, 15 MEI 2023 | 10:39 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ketidakpastian waktu beroperasi secara komersial atau Commercial Operation Date (COD) Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa-1 dengan kapasitas 1.760 Mega Watt (MW) semakin mengkhawatirkan. Bahkan berpotensi molor lebih lama lagi.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, melalui keterangan tertulis, Senin (15/5).

Dalam catatan CERI, proyek PLTGU Jawa-1 yang terletak di Desa Cilamaya, Kabupaten Karawang Jawa Barat, yang disebut-sebut sebagai pembangkit listrik terintegrasi paling besar di Asia Tenggara, ternyata belakangan terungkap ada masalah dari sisi teknologi pembangkitnya.


Padahal proyek yang punya total investasi 1,75 miliar dolar AS atau mendekati Rp 28 triliun, awalnya akan dijadikan model pembangkit dengan energi bersih yang paling efisien oleh PLN dengan harga tarif listriknya 5,336 sen dolar AS per KWH

“Sehingga, selain timbul ketidakpastian komersialnya, akan berakibat posisi keekonomian proyek ini jatuh ke zona merah yang berbahaya, yaitu IRR (Internal Rate of Return) nya di bawah 6 persen,” tutur Yusri Usman.

Pasalnya, lanjut Yusri, telah terjadi kontradiksi pernyataan jadwal komersial antara pemilik proyek dengan anggota konsorsium EPC. Dalam hal ini terjadi beda pernyataan antara Subholding PT Pertamina NRE (New Renewable Energy) dengan pihak General Electric (GE).

Dalam rilis media kinerja PT Pertamina NRE tahun 2022 yang dihadiri juga oleh sang CEO, Danif Saputra, pada 9 Mei 2023, Direktur Operasi PT Pertamina NRE, Norman Ginting menyatakan bahwa PLTGU Jawa-1 untuk unit 1 maupun unit 2 sedang dalam proses commissioning. Ditargetkan sekitar Agustus atau September 2023 akan beroperasi komersial.

Namun hal ini berbeda dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Country Leader General Electric Gas Power Indonesia, George Djohan, kepada awak media pada 12 Mei 2023. Dia menyatakan proyek saat ini sedang commissioning, diperkirakan akan beroperasi komersial pada akhir 2023.

“Sungguh aneh dan menjadi pertanyaan besar terhadap adanya perbedaan keterangan untuk sebuah proyek besar dengan nilai investasi sekitar 1,75 miliar dolar AS, terkesan tidak ada koordinasi bahkan mismanajemen di tingkat komando proyek, yaitu pihak sponsor atau konsorsium,” ungkap Yusri.

Bahkan, kontradiksi pernyataan di atas seolah-olah ingin membantah pernyataan Menteri ESDM Arifin Tasrif sebelumnya, saat kunjungan kerja di Gresik, Jawa Timur, pada 5 Mei 2023.

Saat itu, Arifin Tasrif menyebut biang kerok molornya proyek PLTGU Jawa-1 karena alat atau engine yang digunakan tidak sesuai dengan standar. Dia lebih menegaskan, “ada masalah desain alat, yang ternyata enggak proven dan dibuat oleh perusahaan dari negara Paman Sam”.

Padahal, jika sesuai target awal, PLTGU Jawa-1 seharusnya sudah beroperasi secara komersial paling lambat pada Desember 2021, lantaran merupakan bagian dari program Jokowi untuk proyek 35.000 MW.

Lebih lanjut Yusri menerangkan, tahapan COD itu diawali first fire, kemudian commissioning, sinkronisasi, performance test, dan terakhir reliability test.

Menurut informasi yang diperoleh CERI, pemilihan teknologi sing shaft combined cycle turbin yang katanya memberikan efisiensi termal tinggi mencapai kisaran 60-65 persen diproduksi GE di Amerika Serikat adalah keputusan bulat anggota konsorsium Jawa Satu dan disetujui pihak PLN.

Adapun anggota konsorsium PT Jawa Satu Power (JSP) adalah PT Pertamina NRE yang memiliki 40 persen saham, Marubeni Corporation (40 persen), dan Sojitz (20 persen).

Sementara, papar Yusri, konsorsium EPC sebagai pelaksana proyek pembangkit terintegrasi pertama di Asia Tenggara telah ditunjuk Samsung C&T dengan General Electric dan PT Meindo Elang Indah.

Menurut Yusri, adapun pasokan gas untuk PLTGU Jawa-1 berasal dari LNG Tangguh Papua yang diregasifasikan di Floating Storage Regasification (FSRU) Jawa Satu. FSRU yang dibangun di Korea Selatan sudah standby sejak pertengahan 2021.

“Celakanya lagi, kami mendapat informasi terbaru selain masalah engine, ternyata pemasangan pipa bawah laut sepanjang 15 km yang harusnya ditanam dua meter di dasar laut, tetapi digelar atau ditidurkan di dasar laut (seabed), ada potensi bahaya,” ungkap Yusri.

Publik menunggu hasil akhir dari proyek PLTGU Jawa-1. Apakah problem teknologinya yang dituding Menteri ESDM sebagai penyebab molornya bisa diatasi oleh perusahaan General Electric, tutup Yusri.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya