Berita

Ilustrasi, para pencari jamur Viagra Himalaya di dataran tinggi bersalju Nepal/Net

Dunia

Tiga Pencari Jamur Viagra Nepal Hilang saat Longsor Salju

SELASA, 09 MEI 2023 | 13:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Lokasi pencarian jamur herbal "Viagra Himalaya" di dataran tinggi bersalju di distrik Mugu, Nepal, tiba-tiba  longsor. Tiga orang hilang dan 12 lainnya terluka, akibat bencana tersebut.

Dilaporkan AFP pada Senin (8/5), pejabat distrik, Mohan Bahadur Thapa, mengatakan saat itu ada 15 orang yang sedang mencari jamur parasit yang tumbuh di tubuh ulat bernama ilmiah "Cordyceps sinensis" atau Viagra Himalaya atau yang dikenal warga Nepal sebagai "yarchagumba".

"Longsoran salju terjadi saat mereka sedang mencari yarchagumba di dataran tinggi distrik Mugu pada Sabtu (6/5)," kata Thapa.


Menurut Thapa saat ini tim penyelamat telah dikerahkan untuk mendaki ke lokasi terpencil tersebut, setelah helikopter tidak dapat mendarat karena cuaca bersalju.

Pekan lalu, longsoran yang sama terjadi di distrik Darchula barat, di mana tiga pencari yarchagumba telah ditemukan dalam keadaan tewas, sementara dua lainnya masih dalam pencarian hingga saat ini.

Setiap tahun, ribuan penduduk desa di Nepal dan Tibet memanen jamur yarchagumba karena memiliki nilai ekonomi tinggi.

Yarchagumba, yang berarti “tanaman musim panas dan serangga musim dingin” dalam bahasa Tibet, hanya ditemukan di ketinggian di atas 3.500 meter dan biasa digunakan dalam obat-obatan herbal.

Ahli herbal China percaya itu mampu meningkatkan kinerja seksual. Selain itu, jamur diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit mulai dari kelelahan hingga kanker.

Cara penggunaanya dengan direbus dalam air untuk membuat teh atau ditambahkan ke dalam sup dan semur.

Menurut Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam, pemanenan jamur  yarchagumba yang berlebihan telah memangkas populasi setidaknya 30 persen selama 15 tahun pada 2020.

Jamur ini bahkan dimasukkan dalam direktori spesies hewan dan tumbuhan yang terancam punah.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya