Berita

Brigjen Endar Priantoro usai diperiksa KPK soal harta kekayaan tak wajar/RMOL

Hukum

Koordinasi dengan PPATK, KPK Usut Transaksi Keuangan Perusahaan Istri Brigjen Endar Priantoro

JUMAT, 05 MEI 2023 | 21:27 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan menelusuri asal usul perusahaan yang dimiliki istrinya mantan Direktur Penyelidikan KPK Brigjen Endar Priantoro dan melacak soal kepemilikan saham bersama para istri anggota Polri rekan Endar, serta mengusut transaksi perusahaan tersebut.

Hal itu di sampaikan oleh Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan saat ditanya update hasil klarifikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Brigjen Endar yang telah diperiksa pada Kamis (4/5).

Pahala mengatakan, pada klarifikasi pertama sebelumnya, tim Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN belum mendalami soal bisnis istrinya Endar, Natasha Synne. Namun pada pemeriksaan kedua kemarin, hal tersebut didalami.


"Jadi kemarin kita minta supaya istrinya diajak, dan kemarin diterangkan semua. Tadi pagi sih saya cek, istrinya bisa menerangkan semua hampir bisnisnya. Nah sekarang kita cocokin sama datanya. Iya (sama asal usul perusahaan)" ujar Pahala kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (5/5).

Pahala mengaku, hingga saat ini belum ada temuan-temuan yang signifikan soal kejanggalan harta kekayaan Brigjen Endar.

"Sampai sekarang belum, tapi bukan berarti nggak ada ya, sampai sekarang belum. Tapi kalau dari rekening beliau sih normal saja, gaji gitu-gitu, istrinya yang lebih dominan, kekayaannya lebih banyak istrinya. Nah kalau ada yang ada di poster-poster gitu hartanya Rp 120 miliar, nanti kita lihat juga satu-satu," jelas Pahala.

Saat ditanya soal saham pada perusahaan yang dimiliki Natasha ternyata sistem sharing modal dengan para istri anggota Polri seangkatan Brigjen Endar, Pahala tidak membantah bahwa istrinya Endar punya banyak perusahaan yang tidak hanya dimiliki sendiri.

"Itu macam-macam, ada yang dengan temannya, ada yang sendiri, ada yang dia nitip saja, macam-macam, banyak soalnya, bukan cuma lima gitu, banyak. Modelnya banyak. Tapi kemarin, dua jam lebih diterangin semua, kita catat, dan sekarang diproses lacak," kata Pahala.

Bahkan kata Pahala, KPK sudah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengusut transaksi keuangan perusahaan yang dimilik istrinya Endar tersebut.

"Iya lah, tapi tidak bisa disampaikan, kan data intelejen data PPATK, pasti koordinasi," pungkas Pahala.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya