Berita

Aparat keamanan Myanmar/Net

Dunia

Peringati Festival Umat Buddha, Myanmar Bebaskan Ribuan Tahanan

RABU, 03 MEI 2023 | 14:58 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Dalam memperingati festival umat Buddha, junta militer Myanmar telah mengampuni lebih dari 2.000 tahanan politiknya yang dipenjara, karena perbedaan pendapat dengan militer.

Hal tersebut diumumkan junta dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu (3/5), yang disebut untuk pikiran damai rakyat dan atas dasar kemanusiaan junta.

"Militer mengampuni 2.153 tahanan yang menjalani hukuman di bawah KUHP 505 (a) untuk memperingati Hari Bulan Purnama Kasone," kata junta dalam sebuah pernyataan.


Seperti dimuat Malaymail, undang undang yang membawa hukuman penjara maksimal tiga tahun itu telah banyak digunakan oleh junta militer dalam upayanya untuk mengatasi perbedaan pendapat di negaranya, sejak mereka mengambil alih pada 2021 lalu.

Sejauh ini, menurut catatan dari kelompok pemantau lokal, lebih dari 21 ribu orang telah ditangkap, termasuk 170 jurnalis.

Myanmar biasa memberikan amnesti kepada ribuan tahanannya untuk menandai hari libur nasional atau festival Buddha.

Akan tetapi, mereka yang mengulangi pelanggaran akan kembali ditangkap dan harus menjalani sisa hukuman mereka dengan hukuman tambahan.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya