Berita

Air Softgun/Net

Presisi

Polisi: Pelaku Penembakan Kantor MUI Membawa Air Softgun

SELASA, 02 MEI 2023 | 17:08 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polisi memastikan senjata yang digunakan oleh M (60) pelaku penembakan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat, bukanlah senjata api.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto menyebut, pelaku menggunakan senjata jenis airsoftgun.

"Saya lihat jenisnya, yang saya dapat dari Kapolres Jakpus ada butiran-butiran magesin peluru dan ada tabung gas kecil nah ini yang biasanya disebut air softgun. Bukan senjata api," kata Karyoto, Selasa (2/5).


Namun, guna memastikan hal tersebut akurat, pihak kepolisian mengirim pistol air softgun ke Laboratorium Forensik Mabes Polri.

"Namun, alangkah lebih detail nanti kami minta labfor sebagai penyelidik apakah jenis senjata ini," kata Karyoto.

Kantor MUI diserang oleh orang tak dikenal pada Selasa pagi (2/5). Penyerangan diduga dilakukan dengan cara menembak ke arah kantor MUI.

"Terjadi penembakan di kantor Majelis Ulama Indonesia Jakarta oleh orang tak dikenal. Beberapa orang terluka dan dibawa ke rumah sakit," tulis akun Twitter @facialwashh yang dikutip redaksi, Selasa.

Dalam gambar yang diunggah akun tersebut, tampak sebuah pintu kaca hancur berkeping-keping. Serta satu orang berpakaian kemeja kotak-kotak diamankan oleh petugas kantor MUI.

Usai diamankan, polisi pun menyatakan M meninggal dunia.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya